Ketua BRA Serahkan Piagam Tokoh Perdamaian Aceh untuk Almarhum Gus Dur, Begini Respons Yenny Wahid

Ketua DPRA Jamalauddin serah piagam tokoh perdamaian untuk Gus Dur
Ketua BRA Jamaluddin menyerahkan piagam penghargaan Tokoh Perdamaian Aceh untuk almarhum Gus Dur, diterima Yenny Wahid, dalam acara konferensi internasional 20 tahun damai Aceh di Jakarta. Foto: Istimewa

Jakarta – Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, menyerahkan piagam penghargaan Tokoh Perdamaian Aceh kepada almarhum K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar Gus Dur dalam upaya menciptakan perdamaian di Aceh semasa ia menjabat sebagai presiden. Piagam penghargaan itu diterima langsung oleh Yenny Wahid, putri dari mendiang Gus Dur, dalam acara konferensi internasional 20 tahun damai Aceh di Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Pihak BRA melalui keterangan tertulis dikutip Line1.News, Jumat (22/8), menjelaskan Gus Dur dikenal sebagai salah satu pemimpin yang sejak awal menunjukkan kepedulian mendalam terhadap konflik berkepanjangan di Aceh.

Salah satu inisiatif paling bersejarah adalah ketika Gus Dur menggandeng Hanry Dunant Centre (HDC) yang menghasilkan Jeda Kemanusiaan I dan II serta Moratorium Konflik. Namun, masa jabatannya yang singkat membuat inisiatif tersebut tak sempat diwujudkan sepenuhnya karena Gus Dur harus lengser dari kursi kepresidenan.

Hubungan Emosional

Di sela-sela penyerahan piagam, Yenny Wahid menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Aceh dan BRA atas penghargaan yang diberikan kepada ayahandanya. Dia menilai penghargaan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap Gus Dur secara pribadi, melainkan juga pengakuan terhadap nilai-nilai perdamaian yang ia perjuangkan.

“Gus Dur memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap Aceh. Beliau sering menyampaikan bahwa rakyat Aceh memiliki martabat yang tinggi dan harus diperlakukan dengan penuh hormat. Hubungan beliau dengan Aceh bukan sekadar hubungan politik, tetapi hubungan emosional yang sangat kuat,” ujar Yenny Wahid kepada Ketua BRA, Jamaluddin.

Jamaluddin menegaskan penghargaan ini bagian dari komitmen Aceh untuk terus mengingat para tokoh yang telah berjasa dalam proses perdamaian.

Dia menyatakan Gus Dur adalah simbol dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberanian dalam memperjuangkan perdamaian yang bermartabat.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy