Aceh Utara, Line1News – Harapan baru bagi para petambak dan nelayan di Aceh yang sempat terpuruk akibat hantaman banjir bandang akhir November 2025 lalu kini mulai terwujud. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya resmi menyalurkan bantuan alat berat ekskavator untuk mempercepat pemulihan urat nadi ekonomi warga di sektor perikanan.
Penyerahan bantuan bernilai miliaran rupiah ini dilakukan secara simbolis di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Prosesi penyerahan dipimpin langsung oleh Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo.
Sejumlah daerah terdampak di Aceh menerima masing-masing satu unit ekskavator, meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, serta Kota Langsa dan Lhokseumawe.
Momen penting ini turut dikawal langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid. Kehadiran rombongan pusat bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, serta para kepala daerah/wakil kepala daerah penerima manfaat, disambut hangat oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, bersama unsur Forkopimda.
Pulihkan Tambak dan Geliat Ekonomi Warga
Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, menjelaskan bahwa bantuan ekskavator ini dihadirkan khusus untuk memulihkan lahan budi daya pertanian dan tambak warga yang sempat luluh lantak. Tak hanya alat berat, KKP juga mengulurkan bantuan lain seperti mesin boat untuk para nelayan.
“Kami sangat berharap ekskavator dan bantuan lainnya ini bisa langsung bergerak di lapangan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Anggaran yang dialokasikan untuk bantuan ekskavator ini [untuk sejumlah kabupaten/kota total] mencapai Rp11 miliar lebih,” ungkap Enggar kepada awak media usai acara penyerahan.
Enggar menambahkan, kehadiran ekskavator ini diharapkan bisa melancarkan normalisasi kawasan tambak dan saluran air yang tersumbat, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir bisa segera berputar normal kembali.
TA Khalid: Sektor Perikanan Harus Segera Bangkit
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, menitipkan pesan agar pemerintah daerah yang menerima bantuan segera mengoperasikan alat berat tersebut secara maksimal. “Ekskavator ini harus segera bekerja menormalisasi saluran air tambak masyarakat dan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Sektor perikanan kita harus segera bangkit,” tegas TA Khalid.
Legislator asal Aceh ini juga meluruskan pandangan terkait waktu penyerahan bantuan yang berjarak hampir setahun dari waktu bencana. Menurutnya, hal ini bukanlah bentuk keterlambatan, melainkan konsekuensi dari mekanisme penganggaran negara yang ketat.
“Penganggaran di tingkat pusat membutuhkan proses refocusing anggaran internal kementerian yang wajib mengikuti regulasi. Selama ini KKP sebenarnya juga sudah melakukan berbagai langkah pemulihan bertahap di sektor perikanan,” jelasnya.
TA Khalid memastikan bahwa perjuangan di parlemen telah berhasil mengamankan komitmen anggaran untuk penanganan darurat pascabencana di Aceh. Ia berjanji akan terus mengawal aliran dukungan pusat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Serambi Mekah berjalan paripurna.
Jaga Tepat Sasaran
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang. Ia menyebut alat berat ini akan langsung diterjunkan ke titik-titik krusial yang menyangkut hajat hidup para petambak.
“Satu unit ekskavator yang diserahkan ini diperuntukkan khusus untuk membuka dan membersihkan tambak-tambak masyarakat yang tertimbun lumpur akibat bencana, khususnya di wilayah pesisir. Kami imbau agar peruntukan alat berat ini tepat sasaran,” ujar Tarmizi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy