Merasa Mirip Kampung Halaman, Konselor Iran Terpikat Aceh Besar

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris berbincang hangat dengan Konselor Kebudayaan Iran Dr. Yahya Jahangiri dalam pertemuan bilateral di Gedung Dekranasda Aceh Besar.
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menyambut hangat kunjungan Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr. Yahya Jahangiri, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kamis (21/5/2026). Foto: MC Aceh Besar

Jantho, Line1News – Atmosfer hangat dan nilai budaya Aceh Besar sukses memikat hati delegasi internasional. Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran untuk Indonesia, Doktor Yahya Jahangiri, mengaku terpukau dan merasakan kedekatan emosional yang kuat seperti berada di kampung halamannya sendiri saat berkunjung ke Aceh Besar.

Kekaguman tersebut disampaikan di hadapan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, dalam pertemuan silaturahmi di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kamis, 21 Mei 2026. Kunjungan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi besar di sektor budaya dan ekonomi.

Ikatan Spiritual yang Kuat

Yahya Jahangiri mengungkapkan bahwa Aceh Besar memberikan kesan yang sangat mendalam bagi dirinya. Menurutnya, kesamaan nilai-nilai islami menjadi jembatan alami yang menyatukan kedua wilayah.

“Aceh menjadi salah satu daerah yang sangat berkesan. Saya merasakan ada banyak kesamaan dengan daerah kelahiran saya di Iran. Budaya Aceh dan Iran memiliki kedekatan karena sama-sama berlandaskan nilai Islam,” ujar Yahya, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Besar pada Jumat (22/5).

Ia menilai kemiripan ini bukan sekadar konsep, melainkan terlihat nyata dalam seni budaya, tradisi, hingga corak kehidupan masyarakat Aceh sehari-hari.

“Kita harus saling terhubung. Ini bukan tentang membangun dinding [pembatas], melainkan membangun jembatan. Semoga ke depan hubungan Aceh dan Iran semakin erat,” tambah Yahya.

Dilirik Investasi Susu hingga Kedokteran

Ketertarikan emosional ini rupanya membuka jalan bagi kerja sama konkret. Yahya membeberkan bahwa sejumlah pelaku industri di Iran menaruh minat besar untuk berinvestasi di Aceh Besar.

Beberapa sektor potensial yang dibidik meliputi:

* Industri pengolahan susu (dairy)
* Sektor kedokteran dan kesehatan
* Industri kreatif dan desain interior

Bupati Muharram menyambut baik sinyal positif tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah harus bergerak adaptif dalam membangun jaringan global demi memperkuat ekonomi masyarakat.

“Meskipun hubungan luar negeri adalah ranah pemerintah pusat, daerah memiliki ruang luas untuk membangun komunikasi sinergis. Kami ingin hubungan ini berdampak langsung pada sektor riil seperti pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif,” tegas Muharram.

Dorong UMKM Menembus Pasar Iran

Sebagai langkah nyata, kedua belah pihak sepakat menjajaki rencana pameran bersama untuk mempromosikan komoditas unggulan daerah. Di akhir pertemuan, Bupati Muharram mengajak delegasi Iran berkeliling galeri Dekranasda untuk melihat langsung produk-produk UMKM premium lokal.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Asisten II Sekda M. Ali, serta perwakilan dari Komunitas Aceh Bergerak dan Yayasan Gotong Royong Kreatif. Sinergi ini diharapkan menjadi awal baru bagi kebangkitan ekonomi dan pelestarian budaya Aceh Besar di kancah internasional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy