‘Kotak Setan’ Terbuka! Media Jerman Beberkan Kekalahan AS di Perang Iran, Trump Pecundang

presiden AS donald trump
Presiden AS Donald Trump. Foto: Dokumen/Istimewa

Berlin – Majalah terkemuka Jerman, Der Spiegel, merilis analisis tajam mengenai konfrontasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Hasilnya mengejutkan: alih-alih tampil sebagai pemenang, Presiden AS Donald Trump disebut sebagai pihak yang paling dirugikan dan justru mempermalukan diri di panggung global.

Artikel yang ditulis oleh komentator terkemuka Juliana von Mittelstaedt—dikutip pada Jumat, 10 April 2026—menegaskan bahwa dalam perang ini, pemenang sejatinya bukanlah Washington.

Trump Goyang Stabilitas Dunia

Mittelstaedt mengkritik keras kebijakan Trump yang dianggap telah menyeret kawasan Timur Tengah ke tepi jurang kehancuran. Meski Trump mencoba membangun narasi kemenangan, fakta di lapangan menunjukkan kebijakannya hanya meninggalkan kekacauan yang mengguncang ekonomi global.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Gelombang Protes ‘No Kings’ Ketiga Guncang AS, dari Krisis Iran hingga Harga Susu

Satu hal yang patut disyukuri, tulis Mittelstaedt, adalah kegagalan AS menghancurkan peradaban Iran atau “mengembalikan mereka ke zaman batu”. Dunia terhindar dari bencana kemanusiaan yang lebih besar akibat kegagalan strategi militer tersebut.

Iran Keluar Sebagai ‘Pemenang Tunggal’

Analisis tersebut memaparkan data menarik: Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) justru keluar sebagai pihak yang paling diuntungkan. Meski digempur serangan AS dan Israel, IRGC terbukti tetap tangguh dan masih mampu mengancam kawasan dengan rudal presisinya.

Baca juga: Tegang! Iran Balas Ultimatum Trump: Menyerah dalam 20 Jam atau Sekutu AS Balik ke Zaman Batu!

Bahkan, Teheran kini memegang kendali atas Selat Hormuz dan mulai membebankan biaya lintas selat kepada kapal tanker internasional. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang awalnya disebut Trump “hampir runtuh”, justru berhasil memaksa negara adidaya ke meja perundingan sesuai syarat yang diajukan Iran.

Siapa yang Paling Dirugikan?

Artikel ini juga menyoroti “nasib” negara-negara Teluk dan rakyat Iran:

* Negara-negara Teluk: Kini menghadapi tetangga (Iran) yang jauh lebih agresif.

* Rakyat Iran: Harus hidup di bawah tekanan rezim yang semakin keras dan tertutup.

* Hukum Internasional: Kepercayaan pada sistem Barat runtuh setelah Trump secara terbuka mengakui tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

‘Kotak Setan’ Telah Terbuka

Kerja sama antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dianggap telah “membuka kotak setan”. Diplomasi internasional hancur, dan kawasan kini terdorong masuk ke dalam perlombaan senjata nuklir yang mengerikan.

Kekalahan simbolis AS ini juga menjadi angin segar bagi Rusia dan Tiongkok. Sebagaimana trauma Perang Irak, kegagalan di Iran diprediksi akan membuat Washington semakin lemah dan enggan melindungi sekutunya di Eropa Timur maupun Taiwan.

Alih-alih menunjukkan taring, Donald Trump justru memperlihatkan kepada dunia bahwa pengaruh Amerika Serikat sedang berada di titik nadir.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy