Banda Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, mengatakan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak 22 November 2025 jauh lebih luas dibandingkan tsunami 2004.
“Banjir ini melanda hampir seluruh kabupaten da kota di Aceh, dampaknya sekitar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan wilayah terdampak tsunami 2004,” ujar Ira, Sabtu, 6 Desember 2025. Ia juga terlibat menjadi relawan saat tsunami Aceh 2004 silam.
Ira menegaskan penanganan bencana kali ini tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah provinsi. Karena itu, pemerintah pusat harus turun langsung dan menetapkan bencana hidrometeorologi ini sebagai bencana nasional. “Sehingga proses penanganan bencana serta rehab-rekon dapat dilakukan dengan cepat”.

[Tim MER-C Aceh menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu, 6 Desember 2025. Foto: MER-C]
Sejak awal bencana, Ira bersama relawan-relawan MER-C terus turun langsung ke berbagai lokasi banjir dan longsor. Di antaranya, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.
Ira melakukan koordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, dan sejumlah lembaga lainya untuk penanganan bencana Aceh.
Pihaknya juga menyalurkan langsung bantuan MER-C baik berupa logistik maupun pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy