Meulaboh — Krisis hidrometeorologi melanda Kabupaten Aceh Barat setelah curah hujan ekstrem memicu luapan sungai-sungai besar di wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melaporkan sedikitnya 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata di atas 30 sentimeter hingga Minggu malam, 1 November 2026.
“Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (31/10) malam,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, dilansir Antara pada Minggu malam (1/11/2026).
Sebaran Wilayah Terdampak di 10 Kecamatan
Data taktis dari pihak BPBD mengonfirmasi sebaran banjir menerjang pemukiman warga di 10 kecamatan secara masif. Di Kecamatan Pante Ceureumen, genangan merendam Desa Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo (menggerus badan jalan dan pagar sekolah), serta Seumantok.
Kecamatan Sungai Mas mencakup Desa Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Untuk Kecamatan Woyla Barat, air menenggelamkan kawasan Desa Cot Rubek, Cot Rambong, Cot Maleh, Napai, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah.
Sementara di Kecamatan Woyla, luapan merendam Desa Cot Keumude, Pasi Birah, Aron Tunong, Ie Itam Tunong, Ie Itam Baroh, Ranto Pantang, Blang Mee, Drien Mangko, dan Pasi Ara Kb, yang disusul oleh Kecamatan Woyla Timur meliputi Pasie Ara dan Leubok Pantang.
Dampak banjir juga menyasar Kecamatan Arongan Lambalek (Desa Peuribu dan Teupin Peuraho), Kecamatan Panton Reu (Desa Meugo Cut, Ujong Raja, dan Meutulang), serta Kecamatan Kaway XVI (Desa Simpang Peunia, Pasie Jeumpa, Muko, Palimbungan, Tanjong Bungong, Padang Mandang, dan Meunasah Rambut).
Sementara di lingkar luar kota, air merendam Desa Pasi Mesjid di Kecamatan Meureubo dan Desa Pasi Leuhan di Kecamatan Johan Pahlawan.
Infrastruktur Vital Putus Akibat Terjangan Air
Dharmawan menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir berakibat pada meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, seperti Krueng Meureubo di Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Sungai Mas.
“Air sungai dengan cepat merendam sejumlah rumah warga serta akses jalan utama,” ungkapnya.
Imbas hantaman arus luapan sungai tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur publik secara fatal. Satu unit jembatan gantung vital yang membentang menghubungkan Desa Kajeung dan Desa Tungkop di Kecamatan Sungai Mas dilaporkan putus total.
Selain itu, satu unit rumah warga di Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, mengalami kerusakan parah pada struktur lantai dan bodi bangunan akibat terkikis erosi aliran air.
Pihak berwenang memastikan belum menerima laporan adanya korban jiwa, namun kesiapsiagaan penuh tetap diberlakukan di seluruh posko kebencanaan.
“Hingga saat ini, laporan korban jiwa akibat musibah banjir ini belum ada. Namun, intensitas hujan di wilayah pedalaman terpantau masih tinggi,” pungkas Dharmawan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy