Karang Baru – Relawan dan juga tenaga kesehatan (nakes) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dokter Yogi Prabowo, mengungkapkan ketebalan lumpur menjadi salah satu kendala utama dalam memulihkan akses kesehatan untuk masyarakat Aceh Tamiang.
“Tantangan medis terbesar adalah pembersihan lumpur yang mengenai fasilitas kesehatan. Karena lumpurnya begitu tebal, hingga empat minggu ini juga faskes-faskes ini masih banyak yang berlumpur dan belum bersih,” kata Yogi, dilansir Antara, Rabu, 31 Desember 2025.
Yogi menjelaskan pembersihan yang dilakukan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) juga tidak bisa secara terpisah. Sebab para warga yang datang ke faskes berasal dari berbagai wilayah yang juga tertutup lumpur.
“Seandainya pun dibersihkan, jalanannya masih berlumpur, sehingga, nanti tetap akan kotor lagi, karena pasien keluar masuk dan juga para pengungsi yang berobat, (nantinya) juga akan kotor lagi,” ungkap Yogi.
Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat & Bantuan Kebencanaan Ikatan Alumni (Iluni) FKUI itu menyebut tantangan selanjutnya banyaknya peralatan di fasilitas kesehatan yang rusak.
Mengingat hal tersebut, kata dia, pemulihan dari sisi sarana dan prasarana tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu singkat.
Yogi memaparkan kesehatan lingkungan menjadi tantangan selanjutnya. Keterbatasan air bersih dan makanan menyebabkan banyak masalah kesehatan lingkungan.
“Sehingga, selain pengungsi ataupun masyarakat terdampak, kami juga berisiko untuk terkena penyakit seperti diare dan sudah terjadi itu pada beberapa relawan kami. Mereka ada dua orang yang terkena diare, tapi ya Alhamdulillah tidak berat,” ucap Yogi.
Oleh karena itu Yogi menekankan para nakes di berbagai lokasi terdampak bencana Sumatra perlu senantiasa berupaya keras untuk bekerja secara maksimal. “Untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, demi memulihkan kondisi di lokasi bencana”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy