Mahasiswa Soroti Peristiwa di Tiro Pidie, Desak Aparat Tangkap Provokator

mahasiswa aksi depan dpra soroti peristiwa tiro
Aksi protes mahasiswa di depan Kantor DPRA, menyikapi peristiwa di Tiro, Pidie, Kamis, 5 November 2026. Foto: Fakhrurrazi/Line1News

Banda Aceh, Line1News – Sejumlah mahasiswa di Banda Aceh menggelar aksi protes menyikapi jatuhnya korban dalam bentrokan antara aparat keamanan dan warga yang tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak aparat keamanan, baik TNI maupun kepolisian, agar mengusut pihak yang diduga menjadi provokator dalam peristiwa tersebut. Mereka meminta masyarakat tidak dijadikan sasaran penindakan hingga mengalami kekerasan.

Perwakilan mahasiswa, Teuku Raja Aulia Habibi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat Aceh atas peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Aksi hari ini adalah atas kemarahan seluruh rakyat Aceh. Kami di sini hadir atas nama masyarakat Aceh,” kata Habibi di depan Kantor DPRA, Banda Aceh, Kamis, 5 November 2026.

[Foto: Fakhrurrazi/Line1News]

Habibi menegaskan, aparat keamanan seharusnya mencari dan mengungkap pihak yang diduga memprovokasi masyarakat untuk mengibarkan bendera, bukan justru menindak warga yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami tegaskan kepada aparat, baik TNI maupun kepolisian, yang harusnya kalian tangkap adalah provokator-provokator yang menyuruh bendera itu dikibarkan. Bukan masyarakat yang kalian tekan, bukan masyarakat yang kalian pukuli, bukan masyarakat yang kalian bunuh,” ujarnya.

Baca Juga: Menko Yusril: Pemerintah Sepakat Selidiki Kasus Penembakan Warga di Tiro Pidie

Menurut Habibi, tidak semua masyarakat memahami ketentuan hukum terkait pengibaran bendera Aceh, termasuk aturan yang termuat dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki.

Ia meminta aparat tidak menyalahkan atau menjadikan masyarakat sebagai sasaran penindakan. Sebaliknya, aparat diminta mengusut pihak yang berada di balik dugaan provokasi tersebut.

“Masyarakat itu tidak semua mengetahui soal hukum, bagaimana kemudian di dalam UUPA, di dalam MoU, semua masyarakat belum mengetahui itu. Jadi, jangan salahkan masyarakat. Jangan masyarakat yang ditindak, tapi tindaklah siapa provokator di balik ini semua,” katanya.

Habibi juga menegaskan bahwa aksi pihaknya tersebut bukan bentuk penolakan maupun dukungan terhadap pengibaran bendera Aceh. Menurutnya, persoalan bendera merupakan hal yang perlu diselesaikan, tetapi tidak boleh menjadi alasan menjadikan Aceh sebagai arena konflik.

“Hari ini kami bukan anti kepada bendera dan kami bukan mendukung bendera itu. Dua hal yang tidak mungkin harus kita selesaikan dalam jangka waktu yang cepat, tapi jangan jadikan Aceh sebagai arena tempur,” pungkasnya.[]

Baca Juga:

● Begini Pernyataan Mualem-Dek Fadh Ihwal Peristiwa di Tiro Pidie

● Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tetap Tenang Sikapi Peristiwa di Tiro Pidie

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy