Banda Aceh – Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh (MZA) Syekh Samunzir bin Husein mengungkapkan rencana menggelar Zikir Aceh-Malaysia pada Agustus tahun depan.
Rencana itu, kata Syekh Samunzir, terinspirasi oleh kedekatan Aceh dan Malaysia, baik dari segi jarak, kesamaan hari kemerdekaan, serta ikatan budaya dan keagamaan.
Dari segi budaya dan agama, kata dia, Aceh dan Malaysia bagian dari rumpun Melayu yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah berbasis pesantren.
“Dekatnya jarak terbang, serta kemerdekaan yang dirayakan di bulan yang sama, menunjukkan betapa eratnya hubungan kita. Kita bukan hanya tetangga, tetapi juga saudara dalam iman dan budaya,” ujar Syekh Samunzir pada malam penutupan zikir bersama di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu dikutip Minggu, 18 Agustus 2024.
Zikir bersama itu dihadiri ribuan jemaah untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-79 RI, selama tiga malam berturut-turut selepas salat Isya.
Karena itu, Syekh Samunzir mengajak seluruh jemaah mempersiapkan diri dan turut serta dalam acara Zikir Aceh-Malaysia tersebut.

Jika tidak ada halangan, kata dia, jemaah dari Aceh akan terbang ke Malaysia untuk berzikir bersama saudara seiman di sana. “Jika bukan dari Malaysia, dari Aceh kita terbang. Kita berzikir di sana, Insya Allah,” tambahnya.
Syekh Samunzir berharap rencana tersebut terlaksana dengan baik sehingga bisa menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritualitas antara dua negara serumpun. “Semoga ikatan persaudaraan ini terus terjalin erat, membawa berkah dan rahmat bagi seluruh umat.”
Pada malam penutupan, turut hadir Syekh Soffan Halim, ulama dari Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Syekh Soffan merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Aliyyah Sikamat, yang datang khusus untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
Kehadiran ulama dari Malaysia, kata Syekh Samunzir, semakin memperkuat pesan bahwa persatuan umat Islam dapat diwujudkan melalui zikir dan ibadah bersama.
“Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan ini, zikir menjadi alat untuk menguatkan jiwa, menyucikan hati, dan mempererat tali persaudaraan antara sesama Muslim.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy