Singkil – Selain pulau-pulau cantik dan rawa eksotis, lanskap Kabupaten Aceh Singkil juga dihiasi beberapa danau dengan pemandangan menakjubkan.
Salah satunya, Danau Bungara di Kecamatan Kota Baharu. Nama ini diambil dari nama desa tempat danau itu berada.
Danau Bungara lebih dekat bila diakses dari Subulussalam. Letaknya sekira 20 kilometer dari Jalan Raya Subulussalam-Aceh Singkil. Sementara dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, jaraknya sekira 50 kilometer.
Danau Bungara terkenal sebagai objek wisata yang menawarkan keindahan alam dan berbagai aktivitas menarik. Di tengah danau terdapat beberapa gugusan “pulau”.
Para wisatawan bisa menumpang bungki atau perahu dayung yang disewakan warga sekitar untuk berkeliling mengitari gugusan “pulau” tersebut.
Melansir Opendata Pemerintah Aceh pada Agustus 2023, Bungara merupakan danau terluas ketiga (77,78 hektare) di Aceh setelah Danau Opupu (138 hektare) di Simeulue dan Laut Tawar (5.654 hektare) di Aceh Tengah.
Beragam ikan air tawar menghuni Danau Bungara seperti Nila, Mas, dan Lele. Selain ketiga jenis ikan tersebut, ada juga ikan endemik seperti Pahiten, Baung, Bakut, dan Mujair. Beberapa spesies ikan itu tentu bakal menarik minat para pemancing melemparkan jorannya.
Terkait ikan penghuni danau, ada satu misteri yang lekat dengan Danau Bungara hingga hari ini, terlepas dari keindahan panorama dan kekayaan biotanya.
Ada cerita bahwa Danau Bungara diduga terhubung ke perairan laut Pulau Gosong Telaga di Kecamatan Singkil Utara, melalui sebuah gua. Gua ini disebut berada di kedalaman danau.
Dugaan ini muncul karena ada jenis ikan laut bernama Gabu atau Kuwe Raja (Caranx Tille) menampakkan diri di permukaan air tawar Danau Bungara.
Kuwe Raja merupakan spesies ikan laut besar yang tersebar di perairan tropis dan subtropis kawasan Indo-Pasifik, mulai dari Afrika Selatan di barat hingga Fiji, Jepang, dan Australia di timur.
Namun, hingga kini misteri itu belum terpecahkan secara utuh, masih sebatas cerita.
Kisah penguatnya, konon dahulu ada perahu pincalang saudagar Gosong Telaga yang terdampar dan tenggelam di perairan laut tersebut. Anehnya, serpihan perahu yang telah hancur itu ditemukan muncul di perairan Danau Bungara.
Versi berbeda dari kisah itu adalah sebaliknya. Ada seorang warga sedang membuat perahu di bukit pinggir danau. Perahu yang belum jadi itu jatuh ke Danau Bungara.
Saat warga itu terjun ke danau untuk mencari, jejak perahu tak ditemukan. Tiga hari kemudian, perahu itu malah ditemukan di laut sekitar perairan Gosong Telaga di batasan Samudera Hindia.
Saksi mata peristiwa itu tak ada lagi. Namun, kisah-kisah itu masih diceritakan hingga sekarang warga setempat.
Danau Bungara sendiri jaraknya sekira 50 kilometer dari laut di pesisir Singkil. Pernah ada tim peneliti dari Banda Aceh yang mengungkapkan di salah satu sudut dasar danau ditemukan sebuah lubang besar. Kemungkinan, inilah gua yang terkoneksi ke laut.
Dengan misteri yang menyelimutinya, Danau Bungara masih menjadi salah satu tempat menikmati pesona sunset sebelum senja datang menjemput malam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy