Pemkab Aceh Tengah Bayar Ganti Rugi Lahan Relokasi Warga Linge dari Donasi

Bupati Haili Yoga bayar lahan relokasi di Linge
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga membayarkan ganti rugi lahan untuk relokasi permukiman masyarakat Kemukiman Wih Dusun Jamat dan Kampung Umang, Kecamatan Linge, Minggu, 18 Januari 2026. Foto: Pemkab Aceh Tengah

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membayar ganti rugi lahan terhadap warga terdampak banjir dan longsor. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, secara langsung membayarkan ganti rugi lahan untuk relokasi permukiman masyarakat Kemukiman Wih Dusun Jamat dan Kampung Umang, Kecamatan Linge, Minggu, 18 Januari 2026.

Mulanya, Haili Yoga meninjau khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak bencana yang dipusatkan di Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge.

Lalu, Haili mengumpulkan para reje dari desa-desa terdampak di Kecamatan Linge untuk bermusyawarah terkait percepatan relokasi warga serta pembangunan hunian sementara (huntara) tahap pertama.

Haili menyampaikan pemerintah daerah tengah mengejar penyelesaian huntara tahap pertama untuk 781 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Kecamatan Linge dan Ketol. Khusus Linge, relokasi dilakukan untuk enam kampung, sementara Ketol mencakup tiga kampung.

Dari enam kampung terdampak di Linge, empat di antaranya telah diselesaikan proses penetapan dan pembelian lahannya, yakni Kute Reje, Reje Payung, Jamat, dan Umang.

“Seluruh proses dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama antara pemerintah, reje, dan masyarakat, demi menghindari konflik dan memastikan relokasi berjalan sesuia dengan kesepakatan dan aturan serta manusiawi”.

Haili mengatakan dana pembelian lahan relokasi berasal dari donasi berbagai pihak, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap korban bencana di Aceh Tengah.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kita yang rumah dan harta bendanya telah habis dibawa air dan longsor,” ucap Haili, dilansir laman Pemkab Aceh Tengah, Minggu (18/1).

Dia juga menyampaikan percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas utama, mengingat waktu yang semakin dekat dengan bulan suci Ramadan.

“Kita kejar pembangunan huntara tahap pertama agar selesai akhir Januari. Harapan kita, masyarakat bisa menempati hunian sementara dan menjalani ibadah Ramadan dengan lebih nyaman dan tenang,” tuturnya.

Bagi masyarakat terdampak, pembelian lahan relokasi ini disebut menjadi secercah harapan baru setelah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Relokasi yang dilakukan dengan pendekatan musyawarah serta pembayaran lahan yang layak memberikan rasa keadilan dan kepastian masa depan bagi para korban bencana.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy