Takengon – Aksi penjarahan beberapa minimarket dilaporkan terjadi di Takengon akibat munculnya kekhawatiran warga terhadap menipisnya stok bahan kebutuhan pokok.
Namun, situasi tersebut telah diredam kepolisian. Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufik telah menurunkan anggotanya untuk mengamankan lokasi kejadian dan meredakan ketegangan di tengah masyarakat.
“Kami telah mengamankan lokasi dan meminta masyarakat untuk tetap tenang. Tindakan penjarahan adalah melanggar hukum dan akan kami tindak tegas. Kami mengimbau agar warga tidak panik, karena kepanikan hanya akan memperburuk situasi dan mengganggu upaya distribusi yang sedang kami lakukan,” ujar Taufik dikutip dari Laman Pemkab Aceh Tengah, Senin, 1 Desember 2025.
Dia menegaskan polisi telah berhasil mengendalikan situasi dan memberikan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat. Taufik menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar upaya pemulihan logistik oleh pemerintah daerah dapat berjalan optimal tanpa hambatan.
Baca juga: Omongan Simpang Siur Kepala BNPB Soal Minimarket Dijarah di Sibloga
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan pemerintah kabupaten terus berupaya memenuhi stok persediaan sembako dan logistik yang dibutuhkan masyarakat.
“Berbagai skema distribusi sedang diaktifkan dan kami bekerja sama dengan semua pihak agar kebutuhan pokok segera tersedia di pasaran,” ujarnya.
Haili juga mengajak seluruh warga mendukung upaya tersebut dengan tidak melakukan tindakan yang kontraproduktif, serta berbelanja secara bijak dan wajar.
Selain itu, pengawasan harga dan ketersediaan barang di lapangan akan terus diperketat oleh Satgas Pangan Aceh Tengah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy