Perusahaan Ini akan Bangun Pabrik Pengolahan Getah Pinus di Aceh Timur

Bupati Al Farlaky dan Founder Naval Group
Bupati Aceh Timur Al-Farlaky foto bersama dengan manajemen PT Naval Group usai membahas peluang investasi dalam pertemuan di Medan, Sabtu, 25 Oktober 2025. Foto: Humas Pemkab Aceh Timur

Aceh Timur – PT Naval Group akan membangun pabrik pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin di kawasan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Wacana tersebut disampaikan Founder Naval Group, Neelesh Rameshchandra Maheswari, dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Al- Farlaky, di Medan, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Neelesh menyampaikan kepada Bupati Al Farlaky bahwa pihaknya telah membeli lahan sekitar 2 hektare di kawasan Birem Bayeun untuk pembangunan pabrik.

“Pabrik gondorukem dan turpentine akan mengolah getah pinus bahan gum rosin sebagai bahan perekat segala produk berkualitas ekspor,” kata Neelesh kepada Bupati Al-Farlaky, dilansir laman Pemkab Aceh Timur, Minggu (26/10).

Neelesh menyebut pabrik pengelohan getah pinus tersebut ramah lingkungan. “Pabrik ini beroperasi dengan teknologi tinggi, dan semua limbah dapat dimanfataatkan sebagai bahan jadi lainnya,” ucapnya.

Dengan hadirnya pabrik tersebut, kata dia, akan menampung sekitar 600 tenaga kerja lokal dan tenaga ahli.

Kembangkan Pinus di Serbajadi Lokop

Bupati Al-Farlaky mengatakan ke depan pihaknya juga meminta Naval Group untuk mengembangkan sektor kehutanan tanaman pinus di kawasan Serbajadi Lokop hingga perbatasan Gayo Lues.

“Ini juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedalaman,” kata putra Peureulak itu.

Al-Farlaky menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya investasi di Aceh Timur agar terbukanya peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kita juga ingin, dengan terbukanya ruang investasi di berbagai sektor, baik perkebunan, pertanian, pertambangan dan perikanan, maka masyarakat Aceh Timur dapat keluar dari zona keterbelakangan ekonomi,” ujar politisi Partai Aceh itu.

Al-Farlaky juga menyampaikan pihaknya akan menunjukkan kepada para investor dan masyarakat Indonesia dan luar negeri bahwa Aceh damai untuk investasi.

“Orang luar bisa masuk ke Aceh, dan kami masyarakat Aceh berkomitmen mendukung investasi,” ucap Al- Farlaky.

Dia mengapresiasi komitmen dari Naval Group yang akan mengembangkan unit usaha pabrik gondorukem dan terpentin di Aceh Timur.

Turut hadir juga dalam pertemuan itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Timur, Darmawan M. Ali, Asisten Administrasi Umum, Teuku Reza Rizki, dan Direktur Utama PT Atem (Perseroda), Muntasir Age.

Dari PT Naval Group juga hadir Nia May Indahwati Maheswari (Komisaris of Naval), Siddanth Rameschandra Maheswari (Director/CEO of Naval), Kamija (Direktur Utama PT Sumber Banyu Biru dan Andi Harinto (Kepala Pabrik Banyu Biru).[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy