Merawat Ingatan, Merajut Ketangguhan Pascabencana

PFI Aceh Matangkan Persiapan Roadshow Pameran Foto ‘Sumatra Bangkit’

PFI Aceh bersama Wali Kota Illiza
MOMENTUM BERSAMA: Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal (tengah depan), berfoto bersama jajaran pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh serta para pejabat teras Pemko Banda Aceh usai audiensi di Kantor Wali Kota Banda Aceh, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. PFI Aceh

Banda Aceh, Line1News – Di balik setiap peristiwa bencana, selalu ada kisah tentang kehilangan, perjuangan, dan ketangguhan untuk bangkit kembali. Cerita-cerita visual inilah yang sedang dipersiapkan oleh Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh melalui Roadshow Pameran Foto Kebencanaan bertajuk “Sumatra Bangkit” yang akan digelar di Banda Aceh pada 3–8 Agustus 2026.

Sebagai salah satu tuan rumah dari rangkaian pameran di tiga provinsi di Pulau Sumatra, PFI Aceh mulai bergerak cepat. Langkah awal ditandai dengan menjalin koordinasi erat bersama Pemerintah Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Sinergi Hangat di Balai Kota

Persiapan pameran ini dimatangkan melalui rangkaian audiensi maraton yang berlangsung pada Selasa sore, 14 Juli 2026. Mengawali langkahnya, jajaran pengurus PFI Aceh menyambangi Kantor Wali Kota Banda Aceh untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Ketua PFI Aceh, Muhammad Anshar, mengatakan pertemuan itu membahas kesiapan penyelenggaraan pameran yang menjadi bagian dari roadshow di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara dengan mengusung tema “Sumatra Bangkit”.

“Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran ini,” kata Anshar.

Komitmen Penuh Pemerintah Kota

Rencana ini direspons terbuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Menyadari bahwa Aceh memiliki rekam jejak panjang yang dapat menjadi ruang belajar utama terkait mitigasi bencana, ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk berdiri bersama PFI Aceh.

“Tentu kami siap mendukung. Momentum kebencanaan ini dapat dimanfaatkan melalui pameran foto sebagai media edukasi sekaligus pengingat,” ujar Illiza.

Pertemuan penuh kehangatan di ruang kerja Wali Kota ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, Asisten III M. Nurdin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Muhammad Zubir, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi.

Berlanjut ke Gedung Parlemen Kota

[DISKUSI AKRAB: Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah (tengah), saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus PFI Aceh di ruang kerjanya, Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa (14/7/2026) sore. Foto: Dok. PFI Aceh]

Usai dari Balai Kota, jajaran pengurus PFI Aceh melanjutkan langkahnya menuju Gedung DPRK Banda Aceh. Di ruang kerjanya, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, menyambut hangat kehadiran para pewarta foto dalam suasana diskusi yang akrab.

Bagi Irwansyah, karya foto jurnalistik memiliki kekuatan besar untuk mengetuk empati sekaligus merawat ingatan kolektif warga tentang arti sebuah ketangguhan dan nilai sejarah.

“Kami menyambut baik silaturahmi PFI Aceh beserta rencana penyelenggaraan Roadshow Pameran Foto Sumatra Bangkit di Banda Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya jurnalistik yang bernilai sejarah, tetapi juga menjadi media edukasi tentang kebencanaan dan kemanusiaan,” kata Irwansyah.

Parlemen kota juga memastikan tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap membuka jalan dan mempermudah koordinasi agar pesan kemanusiaan dari pameran ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.

Ia menyatakan siap mendukung serta memfasilitasi komunikasi dengan berbagai pihak agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Menengok Sisi Kemanusiaan Lewat Lensa

Pameran ini bukan sekadar pajangan visual estetis di dinding galeri. Lebih dari itu, lembaran foto yang akan dipamerkan membawa misi kemanusiaan yang mendalam dari rekaman lensa para jurnalis foto yang bertaruh waktu di lokasi bencana.

Anshar menjelaskan, pameran akan menampilkan karya puluhan pewarta foto yang mendokumentasikan berbagai peristiwa kebencanaan dari sejumlah daerah. Melalui lensa para jurnalis foto, masyarakat diajak melihat sisi-sisi peristiwa yang selama ini tidak banyak terjangkau publik, sekaligus memahami nilai kemanusiaan, ketangguhan, dan semangat bangkit setelah bencana.

Selain pameran foto yang akan berlangsung di Museum Tsunami Aceh pada 3–8 Agustus 2026, denyut edukasi dari pameran ini akan diabadikan secara literatur. Rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan dengan peluncuran buku ensiklopedia kebencanaan di Yogyakarta.

Melalui jepretan kamera, Roadshow “Sumatra Bangkit” diharapkan tidak hanya menjadi pengingat pilu masa lalu. Agenda besar ini ditargetkan bertransformasi menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus mengabadikan kisah-kisah ketangguhan masyarakat melalui karya jurnalistik visual yang inspiratif.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy