Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh Safrizal mengingatkan manajemen PT Bank Aceh Syariah (BAS) tidak antikritik bila ingin terlibat dalam persaingan dunia perbankan yang sangat ketat.
“Ingat, kita bersaing dengan usaha sejenis, karena itu ruang koreksi harus dibuka seluas-luasnya. Buka ruang kritis dan koreksi nasabah, jangan takut, karena hal tersebut penting untuk upaya perbaikan,” ujar Safrizal pada malam silaturahmi dan temu ramah dengan jajaran PT BAS di Aula Ayani Hotel Banda Aceh, Senin dikutip Selasa, 10 Desember 2024.
Kritik nasabah, tambah Safrizal, merupakan media PT BAS untuk berkreasi, berinovasi dan berubah untuk menjadi lebih baik. Karena itu, kata dia, diperlukan masukan, inovasi dan kreasi agar PT BAS bisa bertahan dan memenangkan persaingan. “Jika ingin lebih baik, jangan antikritik,” ucap Pemegang Saham Pengendali PT BAS tersebut.
Safrizal juga meminta PT BAS menjaga kepercayaan nasabah. “Jangan sampai trust (kepercayaan) menjadi rush, menjadi sebuah serangan. Karena itu, bangun dan jaga kepercayaan publik agar Bank Aceh lekat di hati masyarakat,” ujarnya.
Sebagai informasi, dalam perbankan, rush merujuk pada situasi ketika banyak nasabah secara bersamaan menarik dana mereka dari bank dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Hal ini sering disebabkan oleh hilangnya kepercayaan nasabah terhadap stabilitas keuangan bank, misalnya akibat rumor kebangkrutan atau krisis ekonomi.
Safrizal juga mengingatkan jajaran Bank Aceh bahwa era turbulensi masih belum akan berakhir. Untuk menjawab tantangan itu, manajemen BAS harus mampu merespons cepat. Kekompakan tim sangat dibutuhkan untuk bisa terus berkreasi dan berinovasi.
Baca Juga: Aset Bank Aceh Tumbuh di Atas Target Selama 2024, Laba Rp492 Miliar
“Bangun kekompakan tim, selalu saling dukung, saling menguatkan, saling mengingatkan. Bantu temanmu, Bank Aceh akan berkinerja baik bila seluruh jajaran saling mengisi, saling koreksi. Jadilah pemimpin, karena kita pantas dengan segala pengalaman dan kelebihan kita, bukan karena sikut menyikut dan saling menjatuhkan,” pesan Safrizal.
Eks Pj Gubernur Kalimantan Selatan itu mengingatkan jajaran Bank Aceh selalu menjaga profesionalitas serta selalu bekerja sebaik mungkin, melayani sebaik mungkin, melebarkan sayap bisnis sebanyak mungkin dan cari keuntungan sebanyak mungkin dengan cara yang baik pula.
“Saya mengapresiasi kinerja Bank Aceh atas peningkatan pencapaiannya. Insya Allah, dengan semangat kekompakan dan kebersamaan, Bank Aceh akan selalu lebih baik dan dicintai masyarakat.”
Sebelumnya, Pelaksana tugas Direktur Utama PT BAS Fadhil Ilyas mengungkapkan pertumbuhan aset bank tersebut selama 2024 mencapai Rp31,8 triliun, atau tumbuh sebesar 104,24 persen dari yang direncanakan sebesar Rp.30,51 triliun.
Selain itu, kata Fadhil, pembiayaan yang disalurkan tumbuh Rp20,4 triliun dari rencana sebesar Rp20,1 triliun.
“Sementara dana pihak ketiga 105,9 persen, tumbuh signifikan dari rencana sebesar Rp25,5 triliun menjadi Rp27 triliun secara aktual. Sedangkan perolehan laba mencapai Rp492 miliar,” ujarnya di acara tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy