Pomal Lhokseumawe Ungkap Motif Oknum TNI AL Bunuh Hasfiani, Ingin Kuasai Mobil

IMG 20250317 193246 1
Dandenpomal Lanal Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) A Napitupulu. Foto: Fakhrurrazi/Line1.News

Lhokseumawe – Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Dandenpomal) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) A Napitupulu mengungkapkan motif oknum TNI AL berinisial Kelasi Dua DI menembak mati Perawat Hasfiani yang juga agen mobil karena ingin membawa kabur mobil korban.

“Sementara ini motifnya hanya untuk menguasai mobil itu saja. Kalau menurut tersangka, dia spontanitas hanya ingin memiliki kendaraan itu dan (ada suara tembakan) memang itulah insidennya,” ujar Napitupulu dalam konferensi pers di Pomal Lhokseumawe, Senin sore, 17 Maret 2025.

Baca juga: Ada Suara Tembakan Sebelum Perawat Hasfiani Diduga Diculik Lalu Dibunuh?

Napitupulu mengatakan oknum anggota Lanal Lhokseumawe atas nama Kelasi Dua DI itu sudah diamankan oleh Pomal untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Terduga tersangka saat ini telah ditahan Pomal dan dalam hal ini proses penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan terus oleh anggota Polisi Militer Angkatan Laut,” kata dia.

Dia memastikan proses hukum terhadap kasus pembunuhan ini akan disampaikan secara terbuka kepada publik dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Kami berjanji bahwa terduga pelaku nantinya akan diberikan sanksi dan hukuman yang sebarat-beratnya sesuai perbuatan dilakukan oleh pelaku,” tegasnya.

“Kami atas nama institusi TNI Angkatan Laut mengucapkan belasungkawa dan permohonan maaf kepada pihak keluarga atas kejadian ini,” tambahnya.

Baca juga: Jenazah Perawat Hasfiani di Gunung Salak Diduga Korban Pembunuhan

Napitupulu menyampaikan bahwa TNI AL ikut mengevakuasi jenazah korban dari kawasan Gunung Salak di Nisam Antara, Aceh Utara, untuk dibawa ke rumah sakit.

Namun demikian, Pomal Lanal Lhokseumawe belum menjelaskan lebih jauh terkait kondisi jenazah korban lantaran hasil visum et repertum yang dikeluarkan oleh rumah sakit belum diterima.

“Alhamdulillah, (jenazah korban) juga sudah diterima oleh keluarga korban di rumah sakit, kemudian sudah dilaksanakan fardu kifayah juga di rumah sakit,” pungkasnya.[]

Reporter: Fakhrurrazi

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy