Banda Aceh – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional telah usai seiring digelarnya upacara penutupan di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh, pada Jumat malam, 20 September 2024.
Selama PON berlangsung, Kompleks SHB menjadi pusat venue dari banyak pertandingan cabang olahraga seperti sepak bola, panjat tebing, basket dan lainnya. Karena itu, banyak sampah bertebaran di sekitar arena.
Sesuai janji tempo hari, Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA ikut bergotong royong membersihkan sampah di Kompleks Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh. Pada Minggu pagi, 22 September 2024, Safrizal ditemani Plh Sekda Aceh Azwardi dan seluruh Kepala SKPA melakukan aksi bersih-bersih sampah di sana.
Gotong royong itu sekaligus memperingati World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sampah Sedunia.
Selain di kompleks SHB, Pemerintah Aceh juga menggelar aksi serupa di enam lokasi lainnya, yaitu Stadion Dimurthala Lampineung, Balai Meuseuraya Aceh, Kilometer Nol Banda Aceh, Lapangan Tenis dan Rugby Lambung, Bandara Sultan Iskandar Muda dan Waduk Keuliling Aceh Besar.
Aksi bersih-bersih sampah itu melibatkan seluruh ASN Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, mahasiswa dan berbagai komunitas serta organisasi.
Dalam kesempatan itu, Safrizal mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menjadikan pola hidup bersih sebagai sebuah kebudayaan. Menurutnya kebersihan amatlah penting untuk diterapkan karena sangat berkaitan dengan kesehatan. “Bahkan dalam syariat Islam kebersihan itu bagian dari iman,” ujar Safrizal dikutip Senin, 23 September 2024.
Karenanya, tambah Safrizal, sudah sepatutnya Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam memiliki masyarakat yang mau menjaga kebersihan lingkungan.
Peringatan hari bersih-bersih sedunia itu, kata dia, harus menjadi momentum menumbuhkan kesadaran hidup bersih di seluruh lapisan masyarakat. Sebab seiring majunya ekonomi suatu daerah, maka jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat juga akan semakin bertambah.
“Yang paling penting adalah memulai kebersihan dar rumah kita sendiri, karena bersihnya rumah menunjukkan orang yang memiliki budaya pola hidup bersih.”
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Muhammad Daud, mengatakan, total sampah yang terkumpul dalam aksi bersih-bersih di Stadion Harapan Bangsa lebih dari tiga ton. Sampah tersebut lalu dipilah dalam kategori organik, plastik, limbah B3, dan residu atau tidak dapat didaur ulang.
“Pilah sampah ini perlu kita lakukan agar yang dibuang ke TPA tidak terlalu banyak,” ujarnya. Daud berterima kasih kepada semua unsur yang berpartisipasi dalam aksi tersebut, juga kepada para sponsor dari dunia usaha.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy