Toronto – Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan drama tingkat tinggi yang membuat jantung fans copot. Portugal sukses melakukan comeback dramatis untuk mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 di Toronto, Kanada, Jumat, 3 Juli 2026 pagi WIB. Laga ini diwarnai sejarah baru Cristiano Ronaldo, isu pensiun, penghormatan emosional untuk mendiang Diogo Jota, hingga keputusan VAR di detik-detik akhir.
Berikut adalah poin-poin krusial jalannya pertandingan yang dirangkum dari berbagai media top dunia:
1. Pecah Telur! Sejarah Baru Cristiano Ronaldo di Fase Gugur
Sebelum digantikan oleh Rúben Neves pada menit ke-81, sang kapten Cristiano Ronaldo sukses mencetak gol penyeimbang 1-1 lewat titik putih. Media Meksiko, Récord, menyebut gol ini menjadi momen sangat bersejarah bagi CR7. Ini adalah gol pertama Cristiano Ronaldo di fase gugur (knockout) sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.
Media Portugal, ZeroZero.pt, menambahkan catatan menarik: Ronaldo membutuhkan waktu 637 menit untuk memecahkan rekor ini di fase gugur Piala Dunia, sedikit lebih cepat dari rival abadinya, Lionel Messi, yang membutuhkan 791 menit.
2. Buka Suara Soal Isu Pensiun: “Masa Depan Saya Tidak Penting”
Sebelum laga dimulai, kakak perempuan Ronaldo, Kátia Aveiro, sempat melempar kode bahwa akhir karier sang megabintang sudah sangat dekat. Melansir media Portugal, A Bola, Ronaldo yang juga terpilih sebagai Man of the Match versi FIFA akhirnya buka suara seusai laga kepada Sport TV.
“Masa depan Cristiano tidak penting saat ini. Saya akan punya waktu (untuk berpikir). Setelah menang atau kalah nanti, saya akan berbicara dengan keluarga saya dan mengambil keputusan terbaik. Saya tidak lagi mengambil keputusan saat kepala sedang panas, sekarang semuanya dilakukan dengan tenang. Sekarang, waktunya menikmati hari ini,” ujar CR7 dengan kepala dingin.
Mengenai jalannya laga, Ronaldo mengakui timnya sempat tertekan. “Kami harus tahu caranya menderita. Untuk memenangkan kompetisi sebesar ini, Anda harus siap menderita. Babak pertama kami kendalikan, tapi babak kedua agak kacau. Gol mereka membuat kami sedikit stres, tetapi sumbatan emosional itu pecah saat kami mencetak gol penalti,” tambahnya kepada SIC, stasiun televisi Portugal.
3. Air Mata untuk Mendiang Diogo Jota dan Penghormatan bagi Luka Modric
Laga ini juga diselimuti atmosfer emosional yang mendalam. Ronaldo tertangkap kamera mengenakan jersi dengan nomor punggung 21 milik Diogo Jota, penyerang Portugal yang meninggal dunia tepat satu tahun lalu pada 3 Juli.
“Ini hari yang spesial karena Jota kita berada di atas sana menerangi kita. Kami tahu dia hadir bersama kami, dan kemenangan ini adalah cara terbaik untuk menghormatinya,” ungkap Ronaldo.
Ronaldo juga menyampaikan pesan perpisahan kepada jenderal lapangan tengah Kroasia, Luka Modric, yang kemungkinan besar memainkan Piala Dunia terakhirnya. “Ya, saya berpamitan dengannya. Dia tetaplah legenda sepak bola, usia kami hampir sama. Saya sangat menghormati Modric atas apa yang terus ia tunjukkan di dunia sepak bola.”
4. Gonçalo Ramos: Sang Spesialis Laga Krusial
Setelah Kroasia sempat mendominasi babak kedua, keputusan pelatih Portugal memasukkan Gonçalo Ramos berbuah manis. Memasuki injury time (menit 90+4′), berawal dari umpan matang sesama penggawa AC Milan, Rafael Leão, Ramos menyundul bola dengan keras untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Berdasarkan data statistik ZeroZero.pt, Gonçalo Ramos kini mengoleksi 4 gol di Piala Dunia. Dahsyatnya, 100% gol Ramos di Piala Dunia dicetak di babak gugur, membuktikan dirinya adalah pemain yang punya mental baja di bawah tekanan.
5. VAR Batalkan Gol Kroasia di Menit 90+16′
Kroasia sebenarnya tidak menyerah. Melansir media Argentina, Olé, drama paling gila terjadi di pengujung laga yang ditarik wasit hingga menit ke-100 lebih. Josko Gvardiol sempat mencetak gol penyeimbang 2-2 di menit 90+16′ yang membuat kubu Kroasia bersorak.
Namun, VAR mengintervensi. Setelah ditinjau, terjadi sedikit sentuhan (roce imperceptible) dari Matanovic yang membuat posisi Mario Pasalic dinyatakan offside sebelum bola dikirim ke Gvardiol. Gol tersebut akhirnya DIANULIR.
Kemenangan Portugal juga tidak lepas dari performa monster sang kiper, Diogo Costa, yang menggagalkan deretan peluang emas Kroasia termasuk peluang dari Mateo Kovacic.
6. Ujian Berat: Duel Akbar Kontra Spanyol Menanti
Dengan kemenangan penuh drama ini, Seleção das Quinas resmi menggenggam tiket ke babak 16 besar. Melansir O Jogo, Portugal dipastikan akan menantang salah satu kandidat kuat juara, Spanyol, dalam laga hidup-mati yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin pekan depan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy