Takengon – Merasa belum puas, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) kembali melakukan unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Kamis, 11 September 2025.
Para demonstran yang berjumlah 27 orang itu datang dengan tuntutan sama seperti kemarin. Mereka menginginkan Bupati Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan keluar menemui massa.
“Kami datang ke sini dengan tuntutan yang sama. Kalau bupati dan wakil belum menjumpai kami, kami akan menggelar aksi unjuk rasa selama sebulan penuh, besok kami akan datang kembali,” teriak koordinator aksi Gilang Ken Tawar.
Dalam aksi hari ini, kata dia, AMG juga mengajak Ikatan Pedagang Keliling (IPK) Aceh Tengah, yang disebutnya sebagai salah satu kelompok masyarakat yang diabaikan pemerintah.
Orasi AMG berlangsung sekira dua jam disaksikan Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah Hamdan dan sejumlah anggota dewan lainnya, serta Asisten Pemerintahan Setdakab Latif Rusdi.
Lalu, di hadapan anggota dewan, Rusdi menelepon Bupati Haili Yoga. Dari pembicaraan itu kemudian diketahui Haili sedang berada di Banda Aceh. Dia berjanji akan menemui massa pada Senin pekan depan.
Setelah mendengar itu, massa AMG membubarkan diri dan menggembok pintu masuk kantor DPRK Aceh Tengah di Jalan Yus Sudarso, Kecamatan Lut Tawar, itu dengan rantai besi.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Gayo Segel Kantor Bupati Aceh Tengah, Ungkap 40 Poin Kegagalan Pemkab-DPRK
Koordinator lapangan AMG Julian Binasco menegaskan apabila bupati kembali ingkar janji dan tidak hadir pada aksi Senin, mereka akan mengambil langkah lebih jauh. Julian menyebut AMG akan menyurati Ketua DPD dan DPP Partai Golkar terkait sikap Ketua DPRK Aceh Tengah, serta melaporkan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah kepada pihak-pihak terkait di tingkat pusat.
“Aksi hari Senin yang akan datang, ketiga kalinya kami turun ke depan Kantor DPRK Aceh Tengah. Namun jika bupati dan wakil bupati tidak sekalipun mau menemui masyarakat dengan alasan yang tidak masuk logika, ini jelas bentuk pengingkaran terhadap tanggung jawab seorang pemimpin daerah.”
Sebelumnya, AMG menggelar unjuk rasa di depan DPRK Aceh Tengah pada Rabu pagi, 10 September 2025, sekira pukul 10.00 waktu Aceh.
Mereka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Bupati dan Wakil Bupati maupun DPRK Aceh Tengah dengan mengungkap 40 poin kegagalan ekesekutif-legislatif.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy