Sejumlah PTS di Aceh Jadi Peserta Anugerah Humas Diktiristek 2024

Sejumlah PTS di Aceh Jadi Peserta Anugerah Humas Diktiristek 2024
Peserta mengikuti pendampingan Anugerah Humas Diktiristek di Aula LLDikti Aceh, Banda Aceh, Jumat, 23 Agustus 2024. Foto: Istimewa

Banda Aceh – Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Aceh akan mengikuti Anugerah Humas Diktiristek 2024 tingkat nasional yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Para PTS tersebut adalah Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Almuslim, Universitas Iskandar Muda, Universitas Jabal Ghafur, dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh.

Untuk membantu persiapan PTS mengikuti ajang tersebut, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDikti Wilayah XIII Aceh melakukan pendampingan. Kegiatan ini berlangsung di aula LLDikti Aceh di kawasan Tibang, Banda Aceh, Jumat, 23 Agustus 2024.

Menurut Ketua Tim Kerja Tata Usaha, Humas, dan Protokoler LLDikti Wilayah XII Aceh, Ali Umar, pendampingan dibagi dalam beberapa kategori yaitu media sosial, majalah, website, dan insan humas. “Namun, kategori yang akan diperlombakan di tingkat nasional hanya tiga, kecuali kategori majalah,” ujar Ali Umar dalam keterangan tertulis dikutip Minggu, 25 Agustus 2024.

LLDikti Aceh menghadirkan empat narasumber untuk membekali para peserta dengan topik berbeda-beda sesuai keperluan kehumasan di perguruan tinggi. Keempatnya adalah Yarmen Dinamika dan Ihan Nurdin (jurnalis), Cut Nova Elita (trainer), serta Puspita Amalia (influencer).

Peserta menilai bimbingan yang diberikan sangat aplikatif karena berdasarkan pada pengalaman dan keahlian para pendamping.
Peserta menilai bimbingan yang diberikan sangat aplikatif karena berdasarkan pada pengalaman dan keahlian para pendamping.

Yarmen menyampaikan topik tentang manajemen komunikasi digital dalam mengelola website. Sedangkan Ihan membekali strategi pengelolaan redaksi majalah. Sementara Nova memaparkan peran insan humas dalam peningkatan reputasi dan branding. Lalu Puspita menyampaikan materi tentang pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan citra dan reputasi perguruan tinggi.

Pendampingan diawali dengan penyampaian materi dari setiap narasumber. Dilanjutkan pendampingan kelompok berdasarkan kategori yang akan dilombakan. Para narasumber lantas memberikan penilaian dan masukan terhadap website, majalah, media sosial, maupun performa para humas di setiap perguruan tinggi.

Melalui pendampingan ini para peserta diharapkan bisa mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan dari setiap produk tersebut, sehingga bisa maksimal ketika diikutkan dalam lomba level nasional nantinya.

Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Mimiasri Adian, mengatakan, pendampingan ini merupakan terobosan yang dilakukan LLDikti Aceh. Tahun lalu ia juga mengikuti ajang serupa dan menang pada kategori bronze, tapi tidak diawali pendampingan langsung seperti tahun ini.

“Pendampingan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak insight baru. Tim pendamping yang diundang memiliki keahlian yang mendalam di bidangnya sehingga kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam menyusun laporan dan konten kami,” ujar Mimiasri.

Ia berharap pendampingan ini bisa dilaksanakan secara rutin bagi para tenaga humas di perguruan tinggi swasta di Aceh, bukan hanya untuk persiapan anugerah saja.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy