Serangga Berpeluang Masuk Menu Makan Siang Gratis

ilustrasi serangga bisa dimakan
ilustrasi serangga bisa dimakan. Foto: sciencenewsforstudents.org

Anda tahu serangga? Binatang dari kelas insekta ini termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam. Ada 10 juta jenis serangga di dunia ini, yang dapat ditemukan di hampir semua lingkungan, termasuk lautan.

Kini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana punya usulan soal serangga: jadi salah satu menu program makan siang gratis. Namun itu hanya bisa dilakukan di daerah tertentu yang memang terbiasa memakan serangga.

“Itu salah satu contoh ya (menu serangga), kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ,” ujar Dadan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu dikutip Minggu, 26 Januari 2025, dari detik.com.

Dadan mengatakan BGN tidak menetapkan standar menu nasional untuk program tersebut tapi berlandaskan standar komposisi gizi.

Menurut Dadan, isi protein di berbagai daerah bergantung pada potensi sumber daya dan kesukaan lokal. Dia pun meminta semua pihak tidak mengartikan lain tentang kemungkinan serangga jadi menu makan siang gratis.

“Karena kalau di daerah yang banyak telur, ya telurlah mungkin mayoritas. Yang banyak ikan, ikanlah yang mayoritas, seperti itu,” ujarnya.

“Sama juga dengan karbohidratnya, kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung. Meskipun nasi mungkin diberikan juga. Tapi di daerah-daerah yang memang tidak terbiasa makan jagung, ya makan nasi,” sambung dia.

Dadan lalu memberikan contoh, ada pula beberapa wilayah yang tidak terbiasa makan nasi. Dadan menyebut nasi di wilayah-wilayah akan diganti dengan singkong atau pisang rebus, sesuai dengan sumber daya lokal yang dimiliki.

“Ada misalnya di Halmahera Barat itu, orang biasa makan singkong dan pisang rebus, itu kan karbohidrat juga. Itu contoh ya, contoh bagaimana keragaman pangan itu bisa diakomodir dalam program makan bergizi.”

Melansir Wikipedia, serangga sudah dikonsumsi manusia sejak zaman prasejarah dan masih menjadi bahan makanan hingga saat ini. Di banyak wilayah di dunia, seperti Amerika, Afrika, Asia, Australia, dan Selandia Baru, memakan serangga merupakan hal yang umum.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy