Aceh Timur – Hampir 200 siswa dari Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, terpaksa naik perahu untuk menyeberangi sungai pada Senin hingga Sabtu. Lalu, mereka harus berjalan kaki sekitar 2 Km untuk sampai ke sekolah di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Kondisi tersebut setelah banjir bandang melanda kawasan Pante Bidari dan Langkahan pada akhir November 2025. Tanggul Bendung Jambo Aye ikut jebol diterjang banjir.
Sebelum bencana melanda, siswa di Gampong Pante Labu menggunakan sepeda motor ke sekolah dengan melintasi tanggul Bendung Jambo Aye sebagai akses satu-satunya ke Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan.
“Anak-anak di sini dari SD, SMP, SMA/SMK sekitar 198 anak yang bersekolah ke Aceh Utara. Yang SD dan SMP [bersekolah] di Kecamatan Langkahan, yang SMA/SMK ada yang ke [Kecamatan] Tanah Jambo Aye,” kata Efendi, Kepala Dusun Bahagia, Gampong Pante Labu, kepada Tim Laskar Pemuda Aceh, Jumat malam, 30 Januari 2026.
Adapun 45 kepala keluarga (KK) dari 108 KK di Dusun Bahagia itu juga menjadi korban banjir bandang. Setelah rumah-rumah warga dihanyutkan air bah, hingga kini mereka mengungsi di halaman meunasah setempat.
Selain akses jalan, para siswa Dusun Bahagia juga butuh peralatan sekolah, termasuk seragam yang sebagian besar hilang dibawa banjir bandang.
Efendi menyebut kerusakan tanggul Bendung Jambo Aye juga berdampak terhadap pengairan sawah warga di beberapa kecamatan dalam wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.
“Selain akses transportasi warga, tanggul itu juga urat nadi perekonomian masyarakat petani sawah di tujuh kecamatan sisi kiri bendung dalam wilayah Aceh Utara, dan tiga kecamatan sisi kanan masuk dalam Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Efendi.
Efendi berharap pemerintah segera membangun kembali tanggul bendung tersebut agar dampak banjir bandang tidak sampai pada ancaman kelaparan yang lebih luas.
“Siploh jaroe ateuh ulee, kami mengharapkan sangat kepada pemerintah untuk kebutuhan akses [termasuk] ke pasar. Siploh jaroe ateuh ulee dak jeut beubagah geu tangani,” ucap Efendi, dalam video dikirim Tim Laskar Pemuda Aceh kepada Line1.News, Sabtu malam (31/1).
Bendung Terdampak Langsung

[Pembersihan bangunan kantong lumpur di Bendung Jambo Aye pada 14 Desember 2025, pascabanjir besar akhir November. Foto: BWS Sumatera I]
Melansir laman Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, banjir parah yang melanda kawasan Sungai Jambo Aye menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur pengendali air di wilayah tersebut. Bendung Jambo Aye terdampak langsung oleh derasnya aliran banjir yang membawa material lumpur dan puing dalam jumlah besar.
“Kondisi ini membuat fungsi bendung tidak berjalan optimal dan mengganggu sistem pengairan di sekitarnya. Dampak kerusakan terpantau di beberapa titik strategis bangunan. Penanganan awal segera dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan,” tulis BWS Sumatera I pada 16 Desember 2025.
BWS menyebut kerusakan terparah terjadi pada bangunan kantong lumpur yang mengalami penumpukan sedimen dalam jumlah besar. Endapan material banjir menutup alur air dan menghambat proses pengendapan lumpur sebagaimana fungsi awal bangunan tersebut.
“Kondisi ini memperparah tekanan aliran air ke tubuh bendung. Jika tidak segera ditangani, risiko kerusakan lanjutan dapat terjadi. Situasi ini membutuhkan penanganan cepat dan terukur”.
Selain kantong lumpur, tanggul pengaman di sekitar bendung juga dilaporkan jebol akibat tingginya debit banjir. Jebolnya tanggul memperluas area terdampak dan meningkatkan risiko luapan ke wilayah sekitar.
“Kerusakan ini turut memengaruhi stabilitas bangunan bendung secara keseluruhan. Aliran air menjadi sulit dikendalikan dalam kondisi ekstrem. Upaya pengamanan darurat dilakukan untuk membatasi dampak lebih luas”.
BWS Sumatera I bergerak melakukan pembersihan material lumpur dan puing yang menutup area bendung. Kegiatan difokuskan pada normalisasi alur air, penanganan kantong lumpur, serta pengamanan titik tanggul yang rusak.
“Pengoperasian bendung sempat terhambat akibat kondisi lapangan yang belum memungkinkan. Meski demikian, upaya dilakukan secara bertahap agar fungsi bendung dapat segera dipulihkan. Seluruh pekerjaan menyesuaikan kondisi cuaca dan debit air terkini”.
BWS menyebut evaluasi teknis lanjutan akan dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan permanen. Diharapkan penanganan darurat ini mampu menekan risiko banjir susulan dan menjaga keberlanjutan fungsi irigasi.
“Sinergi lintas pihak terus diperkuat dalam proses pemulihan. Upaya ini dilakukan demi melindungi masyarakat dan kawasan pertanian di sekitar Sungai Jambo Aye”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy