Soal ‘Kegaduhan’ Penonton di Debat Perdana, Ini Tanggapan KIP Aceh

Agusni AH jadi Ketua KIP Aceh
Ketua KIP Aceh Agusni AH. Foto: dokumen KIP Aceh

Banda Aceh – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Agusni AH, mengatakan di debat perdana antarpasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh, semua undangan dibagi sama untuk masing-masing paslon.

Debat perdana telah berlangsung di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Jumat, 25 Oktober 2024, malam.

“Semua undangan dibagi sama 100 undangan untuk masing-masing paslon sesuai kapasitas tempat. Dan, undangan itu semua disiapkan pihak penyiaran Kompas TV,” kata Agusni AH menjawab Line1.News, Senin, 28 Oktober 2024, jelang siang.

Agusni AH menambahkan, “Sudah sesuai jumlah undangan tamu dan kapasitas tempat dengan jumlah kursi sebanyak 300 unit yang disediakan oleh EO–Kompas TV. Lagian sorak sorai bukan ukuran terhadap jumlah undangan”.

Ditanya apakah hal itu juga dibahas dalam rapat koordinasi KIP Aceh dengan LO (penghubung) kedua paslon, Minggu (27/10) kemarin, terkait persiapan debat kedua, Agusni mengatakan, “Ada semua kita bahas, tak ada yang tidak kita bicarakan, sekecil apapun tetap kita ketengahkan”.

Baca: Puluhan Penonton Bisa Masuk Tanpa Tanda Pengenal? Jubir Bustami Pertanyakan Netralitas KIP

Sebelumnya, Juru Bicara Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi, Syakya Meirizal, mempertanyakan netralitas KIP Aceh terkait puluhan penonton yang dilaporkan bisa masuk ke ruang debat meski tak memiliki tanda pengenal yang disiapkan KIP Aceh. Eksesnya, beberapa kali muncul kegaduhan penonton di ruang debat perdana antarpaslon pada Jumat (25/10), malam.

Syakya menyebut suasana debat menjadi riuh dan tak seimbang. Para penonton tanpa tanda pengenal ini juga bersorak dan membuat gaduh saat paslon 01 memberi statemen.

“Ini patut kita pertanyakan. Kenapa petugas di pintu masuk membiarkan ini terjadi? Jangan-jangan kegaduhan ini sengaja di-setting untuk mematahkan semangat paslon 01,” ujar Syakya Meirizal, Sabtu, dikutip Minggu (27/10). “Netralitas KIP Aceh perlu dipertanyakan,” ucap dia.

Lihat pula: Agusni AH: Komisi Independen Pemilihan Aceh Siap Dikritik dan Netral

Jelang Debat Kedua

Pada Minggu (27/10), Juru Bicara Paslon Gubernur-Wagub Aceh, Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi, Hendra Budian, mengaku telah menyampaikan sejumlah evaluasi dan kritikan kepada KIP Aceh terkait beberapa hal yang terjadi pada debat pertama.

Hal itu disampaikan Hendra Budian saat memenuhi undangan KIP Aceh untuk rapat koordinasi terkait agenda debat kedua antarpaslon gubernur-wagub Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2024.

“Tadi [Minggu, 27/10), kami menegaskan kepada KIP Aceh untuk dapat memastikan ketertiban dan kenyamanan di ruang debat kandidat. Jangan ada lagi peristiwa-peristiwa yang dapat mengganggu jalannya proses debat. Semoga evaluasi ini dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di arena debat calon gubernur,” kata Hendra Budian dalam siaran persnya dikutip pada Senin (28/10).

Hendra Budian menyebut sejumlah hal yang menjadi evaluasi tim Bustami Hamzah di antaranya menyangkut jumlah pendukung salah satu kubu paslon melebihi kuota yang telah disepakati dan dituangkan dalam tata tertib. Selain itu, Hendra juga menyoroti gangguan berupa teriakan yang mengganggu jalannya debat.

“Kami berharap KIP Aceh dapat lebih tegas apabila terjadi hal-hal diluar yang telah disepakati. Sebab, kami telah menunjukkan komitmen kami dengan menghormati kesepakatan yang telah disepakati bersama,” kata mantan anggota DPR Aceh itu.

Namun, Hendra Budian menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang menurutnya telah mengawal proses debat pertama dengan sangat baik.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy