‘Teror’ Beruang Moncong Putih dari Gunong Geulanteu Tak

Bekas cakaran beruang madu
Warga Ie Lhob Abdya menunjukkan bekas cakaran beruang madu di dinding rumahnya. Foto: Antara/Suprian

Blangpidie – Seekor beruang moncong putih disebut “meneror” warga Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya).

Saban malam, satwa liar tersebut turun ke gampong tersebut dan meninggalkan jejak “teror” berupa cakaran di pintu rumah warga.

Tak hanya itu, warga mengatakan ayam dan kambing peliharaan mereka ikut raib dimangsa beruang moncong putih tersebut.

“Ayo saya tunjukkan bekas garukan di pintu rumah saya. Ayam saya habis dimakan. Bahkan kambing milik warga lain juga ikut menjadi korban,” ujar warga bernama Amiruddin, Sabtu, 3 Mei 2025, dilansir dari Antara.

Selain pintu, dia juga menunjukkan bagian lain di dinding rumahnya yang menjadi “korban” cakaran mamalia itu. Tepat di bagian bawah jendela rumahnya, Amiruddin memperlihatkan kulit papan yang terkelupas sekira 15 sentimeter.

Sementara tangan kirinya memegang sisa kulit papan yang copot dicakar beruang. Jendela rumah Amiruddin juga terlihat memakai “pengamanan” tambahan berupa sebilah balok panjang dari luar. Kemungkinan, agar jendela tak mudah dicongkel beruang.

Dia bercerita, kini saban malam warga Ie Lhob tak nyenyak tidur. Mereka waspada dan takut. Sebab, katanya, beruang moncong putih itu hilir mudik di permukiman. Beberapa warga bahkan memilih menumpang tidur di rumah sanak saudara agar merasa lebih aman.

Warga lainnya, Mahdi, mengaku pernah berpapasan dengan beruang moncong putih itu.

“Badannya besar sekali, warnanya hitam dengan moncong putih. Beruang itu sama sekali tidak takut ketika bertemu manusia. Saya benar-benar khawatir.”

Beruang itu memangsa seekor kambing piarannya. Semua ternak ayamnya juga bernasib sama.

Samsuar, juga penduduk setempat, mengatakan beruang itu datang dari gunung.

“Beruang itu berasal dari kawasan Gunong Geulanteu Tak. Saat malam tiba, ia turun ke permukiman warga Desa Ie Lhob dan Desa Kuta Bakhdrien. Kami takut situasi ini semakin memburuk,” ujarnya dengan cemas.

Warga kini berharap otoritas berwenang turun tangan menangani situasi tersebut. Mereka ingin kembali merasa aman di rumahnya sendiri.

Beberapa referensi menyebutkan, beruang moncong putih atau beruang madu (Helarctos malayanus) dapat dikenali dari bulunya yang pendek, halus, dan moncong berwarna terang. Beruang madu merupakan spesies beruang terkecil dari semua jenis beruang yang masih hidup di alam liar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy