Tinggi Banjir di Pejaten Jaksel hingga 4 Meter, Rumah Cuma Terlihat Atap

Banjir di Pejaten Timur
Ketinggian banjir yang merendam RW 17, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025). Foto: Kompas.com

Jakarta – Banjir melanda wilayah Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu, 2 Maret 2025.

Menurut Warga Pejaten Timur, Sudrajat, air mulai merendam rumahnya secara perlahan sejak pukul 21.00 WIB, Minggu.

“Kena (rumah saya). Di lantai dua (rumah saya), sekitar 40 sentimeter. Sedangkan, tinggi rumah saya itu paling tinggi, 4 meter,” ujar Sudrajat di lokasi banjir, Senin, 3 Maret 2025.

Dia menambahkan, pada pukul 05.00 WIB pada Senin pagi, ketinggian banjir mulai meningkat pesat. “Karena, saya juga enggak engeh. Kirain bohong atau apa. Pas saya melihat Google, ternyata di daerah Bogor ada banjir bandang. Saya percaya atau enggak percaya,” ujarnya.

Setelah menyalakan televisi, Sudrajat menyadari bahwa informasi tersebut benar dan air dari banjir bandang di Bogor mengalir ke Kali Ciliwung.

Dia mengungkapkan, titik terdalam banjir di RW 07 dan RW 08 mencapai empat meter. Bahkan hampir menenggelamkan gapura selamat datang di area tersebut. Jalan menuju gapura yang menurun membuat genangan air semakin dalam.

Sejumlah warga terlihat berdiri di tepi banjir, menyaksikan rumah-rumah satu lantai yang kini hanya menyisakan atapnya. Namun, warga yang memiliki rumah dua lantai masih ada yang bertahan di lokasi tersebut.

Beberapa hewan, seperti burung dan ayam, bertengger di atas atap untuk menyelamatkan diri, karena kandang mereka telah terendam air.

Tidak hanya kandang hewan, beberapa sepeda motor juga terlihat terendam, hanya menyisakan setang kendaraan.

Di sisi lain, sejumlah anak kecil tampak berenang dengan riang, bertelanjang dada dan tanpa alas kaki, seolah tidak menyadari kondisi rumah mereka yang terendam.

Di tengah situasi tersebut, beberapa warga memilih beristirahat di pinggir Jalan Al-Makmur.

Mereka berlindung dari terik matahari di bawah atap kecil di depan ruko, dengan sebagian besar berbaring beralaskan tikar atau kain seadanya, sementara yang lain hanya duduk atau bersandar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy