TNI AD Bentuk 100 Batalion Teritorial Pembangunan, Apa Fungsinya?

7 Kecamatan di Aceh Tenggara Dikepung Banjir, Ini Rinciannya
Prajurit TNI membantu warga Aceh Tenggara yang terdampak banjir. Foto: Penrem Lilawangsa

Jakarta – TNI AD berencana membentuk 100 batalion teritorial pembangunan. Menurut rencana, setiap batalion akan dilengkapi unsur kompi peternakan, perikanan, pertanian, dan kesehatan. Setiap kompi dirancang untuk membantu masyarakat di kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut langkah itu bertujuan menciptakan stabilitas keamanan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Presiden menetapkan strategi nasional agar setiap kabupaten, sebanyak 514, dapat dijaga oleh satu batalion infanteri teritorial pembangunan. Batalion ini diperkuat oleh dua batalion komponen cadangan,” ujar Sjafrie saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2024, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan akan ada penambahan jumlah personel yang ditugaskan di batalion itu. Namun, perekrutannya tetap menggunakan standar mekanisme rekrutmen prajurit TNI.

“Tapi dalam organisasinya itu ada sedikit perubahan modifikasi dari batalion-batalion yang sudah ada saat ini. Contohnya, ada Kompi Produksi, ada Kompi Pertanian, Kompi Peternakan,” ujar Wahyu usai Kartika Gathering 2025 di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2025, dilansir dari CNN Indonesia.

Batalion baru itu, tambah Wahyu, selain memiliki fungsi dasarnya sebagai satuan infanteri, juga punya fungsi khusus dalam mendukung pencapaian program pemerintah terkait pangan dan swasembada.

Karena itu, kata dia, para prajurit yang akan mengisi 100 batalion teritorial pembangunan bakal memiliki beragam keahlian, seperti pertanian dan peternakan.

Namun, Wahyu tidak memerinci berapa jumlah personel yang akan ditambah beserta lokasi penempatan 100 batalion tersebut.

Di kesempatan berbeda, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan pihaknya masih melakukan survei untuk penempatan batalion baru tersebut.

Maruli mengatakan pembentukan batalon ini juga merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Kami terus mensurvei daerah-daerah yang mempunyai daerah cukup strategis karena konsep dari batalion ini adalah pembangunan dan pertanian, sehingga kami mencari lokasi dengan prioritas pertahanan tapi bisa mendukung pembangunan masyarakat.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy