TOMPi Beli Sepatu untuk Anak Sekolah Korban Banjir Pidie Jaya, Sumbangan Awak Aceh di Bali hingga Australia

TOMPi bantu sepatu untuk anak korban banjir
TOMPi menyalurkan sepatu baru dan kaus kaki untuk puluhan anak korban banjir dan anak yatim di Gampong Dayah Husen, Pidie Jaya, Jumat, 23 Januari 2026. Sepatu itu dibeli dengan dana sumbangan warga Pidie di perantauan. Foto: Istimewa

Sigli – Komunitas Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi) membeli sepatu baru dan kaus kaki untuk puluhan anak korban banjir dan anak yatim di Pidie Jaya.

Sepatu baru tersebut diserahkan TOMPi kepada 46 anak Sekolah Dasar (SD) yang telah dikumpulkan geuchiek bersama dengan orang tuanya di Musala Gampong Dayah Husen, Pidie Jaya, Jumat, 23 Januari 2026.

Sekjen TOMPi, Muhammad Nur, dalam keterangannya diterima Line1.News, Sabtu, 24 Januari 2026, mengatakan dana untuk pembelian sepatu tersebut hasil sumbangan warga asal Pidie di perantauan. Mereka tergabung dalam Group Whatsapp TOMPi.

“Dana untuk beli sepatu ini hasil sumbangan dari [perantau Pidie di] Bali, Jakarta, Palembang dan [kabupaten/kota di] Aceh. Juga dari perantau Pidie yang ada di Asutralia, seperti Pak Mustaqim dan Pak Khairuddin M. Nur di Jakarta,” kata Nur didampingi Bustami, Martunis, Teungku Abdullah Syafi’ie, Taufik Abdullah, dan Lutfi.

Nur menyebut penyaluran bantuan sepatu baru ini bentuk komitmen orang-orang (awak) Pidie di perantauan yang ingin berbagi saat saudara-saudaranya sedang mengalami musibah.

“Pidie Jaya dan Pidie ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh yang sakit, maka yang lain juga ikut merasakannya, kita terhubung secara tali sejarah dan ikatan emosional,” ujar Nur yang juga akademisi USM.

Nur menyampaikan seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan secara utuh untuk anak korban banjir dan yatim berdasarkan data diserahkan perangkat desa. Tanpa potongan biaya sedikitpun untuk amil atau operasional TOMPi.

“Alhamdulillah, ini kegiatan sosial yang ketiga [dilaksanakan TOMPi] dan perdana di Pidie Jaya. Kita sedang mendorong nilai-nilai edukasi, untuk menghubungkan tali ikatan antara diaspora dengan generasi muda di Aceh. Komunikasi lintas daerah dan negara ini perlu dibangun lewat sumbangan sedekah ini,” tutur mantan Ketua Fokusgampi itu.

Sepatu sekolah tersebut boleh ditukar kembali ke toko Citra Permata di Beureunuen, Pidie, apabila ukurannya nanti ada yang tidak sesuai. “Kami sudah membuat komitmen dengan pemilik ruko tersebut,” kata Taufik Abdullah.

Salah satu anak penerima bantuan, Rafika Salsabila, merasa bahagia saat menerima sepatu baru karena sangat dibutuhkan untuk bersekolah. Didampingi ibunya, dia mengucapkan rasa syukur dan mendoakan agar penyumbang diberikan kelapangan rezeki.

Peyerahan paket bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bustami Ahmad, H. Jamaluddin, Taufik Abdullah, Martunis, Lutfi, dan Hasan Basri M. Nur.

H. Jamaluddin merasa terharu melihat kecerian anak korban banjir dan yatim di Gampong Dayah Husen itu. “Yang TOMPi lakukan ini sudah tepat dan terukur, memilih lokasi musibah dan penyaluran bantuan secara by name by data, sehingga tepat sasaran dan tepat guna sesuai kebutuhan anak anak di lapangan”.

“Kita mendorong agar TOMPi terus berbagi melalui kegiatan sosial seperti ini,” ucap Jamaluddin diamini Hasan Basri M. Nur, dan Teungku Abdulah Syafi’ie.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy