UINAR Banda Aceh akan Bangun Sembilan Gedung Baru

Rektor UINAR bersama Tim Bappenas dan Kemenag
Rektor UIN Ar-Raniry, Profesor Mujiburrahman bersama Tim Bappenas dan Kemenag meninjau lahan pengembangan kampus di kawasan Gedung Pascasarjana UINAR Banda Aceh. Foto: Kemenag

Banda Aceh – Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR) Banda Aceh akan membangun sembilan gedung baru untuk menjawab tingginya minat mahasiswa dan kebutuhan fasilitas akademik yang terus meningkat.

Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari program modernisasi kampus yang diusulkan melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Saat ini, Kampus I UINAR menampung lebih dari 22 ribu mahasiswa di atas lahan seluas sekitar 33 hektare. Jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun membuat kapasitas ruang belajar, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya semakin terbatas.

Rektor UINAR, Profesor Mujiburrahman, menjelaskan penambahan gedung baru kebutuhan mendesak agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.

“Kampus I berdiri di atas lahan sekitar 33 hektare. Dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun, fasilitas yang tersedia sudah tidak memadai untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujar Mujiburrahman, dilansir laman Kemenag, Sabtu, 17 Januari 2026.

Mujiburrahman menyebut pembangunan sembilan gedung baru diproyeksikan mampu meningkatkan daya tampung kampus secara signifikan. “Pembangunan ini diproyeksikan mampu menambah daya tampung hingga lebih dari 14 ribu mahasiswa. Artinya, kapasitas kampus bisa meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Menurut dia, sebagian infrastruktur yang ada saat ini bangunan lama pascagempa dan tsunami Aceh 2004 yang kualitas strukturnya mulai menurun.

“Beberapa gedung tidak lagi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Rehabilitasi saja tidak cukup, perlu pembangunan baru yang lebih modern dan representatif,” ucapnya.

Selain menambah ruang kelas, gedung-gedung baru nantinya akan dilengkapi fasilitas laboratorium modern, pusat riset, serta layanan akademik berbasis teknologi digital.

“Target kami menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai smart campus, smart building, dan techno university. Infrastruktur baru akan dirancang untuk mendukung transformasi tersebut,” ujarnya.

Pengembangan infrastruktur ini juga diharapkan mendukung rencana perluasan program studi dan pembukaan fakultas baru di lingkungan UINAR.

“Tanpa dukungan gedung dan sarana yang memadai, rencana pengembangan akademik tidak akan berjalan optimal,” kata Mujiburrahman.

Keseriusan UINAR dalam merealisasikan rencana tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat. Pada 14–16 Januari 2026, tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Kementerian Agama RI melakukan kunjungan lapangan ke Banda Aceh untuk meninjau kesiapan proyek.

Ketua Tim Direktorat PTI Bappenas, Dimas Suryo Sudaryo, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan rencana pembangunan telah memenuhi berbagai persyaratan teknis. “Kami mengevaluasi kesiapan dokumen, desain, serta kelayakan proyek sebelum diusulkan masuk ke dalam Green Book Bappenas sebagai calon penerima pinjaman luar negeri,” ujarnya.

Perwakilan Subdit Sarana Prasarana Diktis Pendis Kemenag, Doni Wibowo, mendorong UINAR terus memperkuat perencanaan pembangunan secara terukur dan berkelanjutan. “Pengembangan fisik harus sejalan dengan peningkatan mutu akademik dan layanan digital, sehingga manfaatnya langsung dirasakan mahasiswa,” katanya.

UINAR berharap proses evaluasi dari Bappenas dan Kemenag berjalan lancar sehingga pembangunan sembilan gedung baru segera terealisasi. Dengan infrastruktur yang lebih modern, kampus ini optimistis mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy