304 Ton Sampah Sehari Cuma Diangkut 104 Ton, DLHK Aceh Utara Minta Maaf

Petugas kebersihan DLHK Aceh Utara mengangkut tumpukan sampah di pinggir jalan. Foto: Istimewa
Petugas kebersihan DLHK Aceh Utara mengangkut tumpukan sampah di pinggir jalan. Foto: Istimewa

Lhoksukon – Jumlah sampah di Aceh Utara mencapai 304 ton per hari. Akibat keterbatasan armada sampah, hanya 104 ton sampah yang dapat diangkut.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Saifullah, sampah-sampah itu diangkut dengan 25 truk sampah yang tersedia ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Teupin Keubeu, Jalan Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon.

Dari 25 truk sampah itu, kata Saifullah, ada 17 unit dump truck–8 di antaranya rusak–dan 12 unit kontainer sampah.

Sementara jumlah petugas kebersihan 262 orang. “Angka ini masih belum maksimal untuk melayani 852 desa di 27 kecamatan di Aceh Utara,” ungkap Saifullah, Senin, 5 Agustus 2024.

Ia mengakui ada tumpukan sampah di beberapa titik seperti yang dilaporkan sejumlah media. Menurut Saifullah kondisi itu sangat mengganggu dan tidak sesuai dengan visi DLHK untuk menciptakan lingkungan bersih serta sehat bagi masyarakat Aceh Utara.

“Pemberitaan dari media sangat membantu dalam meningkatkan kinerja kami untuk menjaga lingkungan,” ujar Saifullah.

Merespons laporan media, tim kebersihan DLHK langsung bertindak dengan mengerahkan petugas dan armada untuk membersihkan lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk Paya Gaboh, Sawang, dan Tanah Luas.

“Saat ini, sebagian besar lokasi telah berhasil dibersihkan dan kondisinya sudah membaik. Namun, peralatan dan sarana pendukung kami masih jauh dari kata maksimal, sehingga kami harus berupaya mengangkut sampah meski tidak bisa setiap hari,” jelasnya.

Akibat keterbatasan fasilitas itu, Saifullah meminta maaf. DLHK, kata dia, tetap berkomitmen memberikan yang terbaik dalam pengelolaan sampah.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh masalah sampah ini. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat Aceh Utara,” ujarnya.

Saifullah menekankan sampah merupakan masalah kompleks dan memerlukan penanganan komprehensif. Beberapa faktor yang menyebabkan penumpukan sampah antara lain peningkatan volume sampah akibat bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Dia mengimbau seluruh masyarakat turut serta menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan. “Mari bersama-sama wujudkan Aceh Utara yang bersih dan asri.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy