Dari Henna ke Ranup Hantaran: Langkah Kreatif Guru Muda Ramadhani Meracik Bisnis Dekorasi

Ramadhani, Guru Muda yang Sukses Kembangkan Bisnis Dekoratif di Aceh Utara
Ramadhani yang akrab disapa Wulan dengan buket karyanya. Foto: Dok Pribadi

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif di Indonesia, Ramadhani atau biasa disapa Wulan, mencuri perhatian khalayak dengan usaha kreatifnya. Di tangan Guru MAN 5 Aceh Utara ini, seni dekorasi, henna, papan acrylic, ranup hantaran, dan buket, bisa diracik menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.

Namun, perjalanan bisnis Wulan tak dimulai serta-merta. Saat anak-anak sebayanya justu asyik bermain, Wulan kecil malah tertarik berbisnis. Jiwa dagangnya bangkit sejak ia masih berseragam sekolah dasar. Tepat ketika Wulan duduk di bangku kelas enam SD, ia pun memulai usaha kreatifnya itu dengan menghias henna. “Pertama itu saya hanya menghias henna untuk anak-anak saja,” ungkap perempuan 23 tahun ini kepada Line1.News, Rabu, 16 Oktober 2024.

Baca Juga: Diborong Sister; Perjalanan Cekgu Fitria Membangun Bisnis Thrift dari Rumah ke Toko

Usaha menghias henna itu terus digelutinya hingga lulus SMA. Tak dinyana, kreasi Wulan mengundang decak kagum. Namanya pun mulai terkenal di kampung-kampung di kawasan Kuta Makmur, Aceh Utara. “Ketika saya lulus SMA pada tahun 2018, karena sudah banyak dikenal di kampung-kampung, akhirnya saya diminta untuk menghias henna kepada pengantin,” ujarnya.

Seiring perjalanan, Wulan mulai memperlua bisnisnya ke bidang kreatif lain yang serupa. Ia menawarkan papan acrylic dan jasa dekorasi dengan berbagai hiasan sesuai permintaan pelanggan.

Ketelatenan Wulan membuahkan hasil. Usaha acrylic kemudian menjadi favorit kalangan mahasiswa karena tampilannya yang memberikan kesan elegan dan modern, terutama untuk acara seminar proposal, sidang, dan wisuda. Begitu juga jasa dekorasinya yang sangat membantu para pengantin dan warga kampung sekitar yang ingin mengadakan acara tujuh bulanan, pesta ulang tahun, dan aqiqah anak.

Baca Juga: Terinspirasi Imam Al-Ghazali, Mahasiswi Unimal Khairatunnisak Lahirkan Buku Pertama

Tak hanya itu, Wulan kemudian menyediakan buket-buket yang dirangkai dengan sangat indah. “Kalau untuk buket itu sesuai keinginan customer mau yang gimana. Dan harganya itu mulai dari Rp35 ribu,” ujarnya.

Saat ini Wulan fokus dengan bisnis ranup hantaran. Sebab, pembuatannya bisa dilakukan di rumahnya, di Gampong Keureusek, Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara. Bahan yang diperlukan juga mudah ditemukan.

Saat bisnisnya semakin berkembang, Wulan mengakui tantangan utamanya adalah waktu. Ia agak kewalahan mengerjakan semuanya sendiri. “Jadi ketika banyak orderan, saya akan kelelahan karena harus menyelesaikan semuanya dengan cepat. Dan akhirnya saya kekurangan waktu untuk istirahat,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Bayu Satria, ‘Advokat’ Hak Anak yang Jadi Tim Perumus Debat Paslon Gubernur-Wagub Aceh

Terlepas dari tantangan itu, Wulan berhasil meraih penghasilan hingga Rp2 juta per bulan. Keuntungan itu ia sisihkan untuk tabungan dan modal usaha.

Berbekal semangat tinggi dan kreativitas luar biasa, Wulan telah membangun brand yang kini menjadi pilihan banyak orang di berbagai acara, mengukuhkan dirinya sebagai pebisnis muda yang sukses di sektor industri kreatif.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy