Khutbah Jumat: Jaga Hati dari Tiga Penyakit Berbahaya

Majelis Zikrullah Aceh Rencanakan Zikir Bersama di Malaysia Agustus Tahun Depan
Malam penutupan zikir bersama di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Sabtu, 17 Agustus 2024. Foto: Istimewa

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Kesehatan itu sangat berharga, bukan hanya untuk fisik kita, tapi juga untuk keberlanjutan amal ibadah dan segala aktivitas kita sehari-hari. Kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah salah satu tanda bahwa seseorang itu termasuk orang yang terpilih untuk mensyukuri nikmat Allah. Sebaliknya, jika seseorang tidak peduli dengan kesehatan, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka termasuk orang yang merugi.

Orang yang menjaga kesehatan, baik tubuh maupun pikiran, biasanya memiliki pandangan yang lebih positif dalam hidup. Mengapa? Karena tubuh yang sehat mendukung jiwa yang juga sehat. Kesehatan fisik dan mental itu saling berkaitan. Kalau tubuh kita sehat, Insya Allah pikiran kita juga akan lebih jernih dan tenang. Apalagi, untuk menjaga kesehatan jiwa atau mental, Allah SWT sudah memberikan petunjuk yang sangat jelas dalam Al-Qur’an. Di dalam Surat Yunus ayat 57, Allah berfirman:

Artinya, “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.”

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab tafsirnya Marah Labid menjelaskan bahwa kata “syifa'” dalam ayat tersebut menggambarkan bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi hati. Al-Qur’an dapat menyembuhkan penyakit-penyakit batin, seperti kesalahan dalam akidah dan kekurangan dalam akhlak.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Dari penjelasan yang telah kita bahas, kita bisa menyimpulkan bahwa penyakit hati, atau yang sering kita sebut sebagai penyakit jiwa atau mental, sebenarnya berasal dari buruknya akhlak batin kita. Ketika hati kita dipenuhi dengan perasaan negatif, itu akan mempengaruhi seluruh cara kita berpikir dan bertindak.

Nah, ada tiga hal penting yang harus kita hindari dalam menjaga hati, menurut Imam Ghazali dalam kitab beliau Bidayatul Hidayah. Tiga hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan hati kita, dan jika tidak kita jaga, bisa menjerumuskan kita pada kerugian yang besar.

Pertama adalah hasad, atau iri dengki. Iri hati ini muncul ketika seseorang merasa tidak senang atau bahkan ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Perasaan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari iri dengan kekayaan, kecantikan, kecerdasan, hingga kelebihan-kelebihan lainnya.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW sangat mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan perasaan iri ini. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda: “Sesungguhnya hasad (iri dengki) itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.” (Hadits riwayat Imam Ibnu Majah)

Orang yang terus menerus iri adalah orang yang tidak merasa puas dengan apa yang ia miliki, meskipun sebenarnya Allah telah memberi begitu banyak nikmat kepadanya.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Yang kedua adalah riya’ atau pamer. Riya’ adalah perbuatan menunjukkan sesuatu, baik itu harta, amal, atau kebaikan kita, dengan tujuan agar orang lain melihatnya dan memberikan pujian. Ini bukan lagi tentang ikhlas karena Allah, tetapi lebih kepada ingin dipuji oleh manusia.

Sungguh, riya’ ini adalah syirkul khafiy, yaitu syirik yang tersembunyi. Artinya, orang yang beramal dengan riya’ sebenarnya sedang menyembunyikan niatnya yang sebenarnya, yaitu ingin mendapatkan perhatian atau pujian dari orang lain, bukan dari Allah. Dalam hati orang yang riya’, Allah seakan tidak lagi menjadi tujuan utama dari amalnya. Semua yang dilakukan hanya untuk dilihat dan dihargai oleh manusia.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Yang ketiga adalah ‘ujub atau kesombongan, yaitu sikap berbangga diri dengan menganggap diri sendiri lebih hebat, lebih baik, atau lebih benar daripada orang lain. Orang yang memiliki sifat sombong sering kali merasa dirinya lebih tinggi derajatnya, baik dalam hal ilmu, harta, kedudukan, atau bahkan amal ibadah. Ia merasa seolah-olah tidak ada yang bisa menandingi dirinya, dan dengan begitu ia merendahkan orang lain.

Namun, Rasulullah SAW sangat tegas dalam hal ini. Beliau memberikan ancaman yang sangat berat bagi orang yang memiliki sifat sombong dalam hatinya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan.”

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kesombongan, sekecil apapun, bisa menjadi penghalang bagi kita untuk masuk ke dalam surga Allah. Kita harus menyadari bahwa segala yang kita miliki, baik itu harta, ilmu, ataupun kedudukan, semuanya adalah anugerah dari Allah. Tidak ada satupun yang bisa kita banggakan, karena semuanya berasal dari-Nya dan hanya sementara di dunia ini. Kesombongan hanya akan merusak hati kita dan menghalangi kita dari kebaikan.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan berzikir kepada Allah SWT. Berzikir memberikan ketenangan hati, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Dalam tafsir An-Nukat wal ‘Uyun, Imam Al-Mawardi menjelaskan bahwa ketenangan ini dapat dicapai dengan tiga cara: taat kepada Allah, beramal kebaikan dengan mengharap ridha-Nya, dan mengingat janji-janji Allah di akhirat berupa balasan surga.

Semoga kita mampu mengenali sifat-sifat tercela dalam diri kita dan berusaha menghindarinya. Mari kita jaga kesehatan lahir dan batin dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan ketenangan kepada kita semua. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy