Warga Palestina yang mengungsi menerima sup miju-miju di titik distribusi makanan di Kota Gaza. Foto: Aljazeera/AFP
Gaza – Akibat blokade bantuan pangan sejak Maret oleh Israel, kelaparan kini mengendap di antara lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza. Kelaparan ini, sebut petugas kesehatan, telah melewati titik kritis dan mempercepat kematian.
Bayi-bayi kekurangan gizi bahkan ada yang meninggal dunia. Tidak hanya anak-anak Palestina yang biasanya paling rentan sebagai korban, orang-orang dewasa kini juga terancam menderita kelaparan.
Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan hampir 100.000 perempuan dan anak-anak sangat membutuhkan perawatan karena malnutrisi. Dan tragisnya, hampir sepertiga penduduk Gaza tidak makan selama berhari-hari.
Para tenaga medis mengatakan mereka telah kehabisan banyak perawatan dan obat-obatan penting. Dokter Lintas Batas (MSF) menyebutkan seperempat dari seluruh anak kecil dan ibu hamil atau menyusui yang diperiksa di kliniknya di Gaza pekan lalu mengalami kekurangan gizi.
Warga Palestina membawa jenazah seseorang yang tewas saat mencoba mencapai truk bantuan yang memasuki Gaza utara melalui perlintasan Zikim dengan Israel. Foto: Aljazeera/APWarga Palestina dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah ditembak oleh pasukan Israel saat berkumpul untuk menerima karung tepung dari truk bantuan. Foto: Aljazeera/APSeorang ibu bernama Somoud Wahdan memangku anaknya saat menunggu truk bantuan kemanusiaan tiba di Kota Gaza. Foto: Aljazeera/APRemaja Palestina Atif Aid Abu Khater, yang berat badannya hanya 25 kg karena kekurangan gizi, dirawat di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Foto: Aljazeera/Anadolu via Getty ImagesSeorang anak Palestina yang terlantar duduk di samping sepanci sup miju-miju yang ia terima di titik distribusi makanan di Kota Gaza. Foto: Aljazeera/AFPHidaya, seorang ibu Palestina berusia 31 tahun, menggendong putranya yang berusia 18 bulan, Mohammed al-Mutawaq, yang kekurangan gizi, di dalam tenda mereka di kamp pengungsi Shati, sebelah barat Kota Gaza. Foto: Aljazeera/AFP
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy