Buka Diklat Keterampilan Kerja

Sayuti Sebut Angka Pengangguran, Proyek Pengolahan Gas hingga Kilang Minyak di Lhokseumawe

Wali Kota Sayuti saat buka Diklat Ketrampilan Kerja
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar foto bersama Plt Sekda A Haris, narasumber dan perwakilan peserta Diklat Keterampilan Kerja yang digelar DPMPTSP dan Naker Lhokseumawe, di aula kantor wali kota, Rabu, 30 Juli 2025. Foto: Humas Pemko Lhokseumawe

Lhokseumawe – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Lhokseumawe saat ini masih tertinggi di Provinsi Aceh. “Ini sangat memprihatinkan, karena kita dikenal sebagai Kota Petrodolar, tetapi anak-anak kita masih sulit mendapatkan pekerjaan,” kata Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar.

Sayuti menyampaikan itu saat membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) keterampilan kerja berbasis klaster kompetensi di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Diklat tersebut dilaksanakan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Lhokseumawe, di aula kantor wali kota, Rabu, 30 Juli 2025.

Baca juga: Pengangguran Lhokseumawe Tertinggi se-Aceh, Mahasiswa Ajak Semua Pihak Bersinergi

Dikutip Line1.News dari data dirilis BPS, TPT Lhokseumawe tahun 2022 mencapai 9,15%, pada 2023 turun menjadi 8,78%, dan 2024 sebesar 8,47%, namun masih tertinggi di Aceh. Adapun rata-rata TPT di Provinsi Aceh tahun 2022 sebesar 6,17%, pada 2023 sebesar 6,03%, pada 2024 sebesar 5,75%. Teranyar, TPT Aceh hasil Sakernas Februari 2025 sebesar 5,50%, masih di atas rata-rata nasional.

Sayuti menyatakan Pemko Lhokseumawe berkomitmen menekan angka pengangguran. Karena itu, dia memastikan masyarakat lokal terlibat langsung dalam berbagai proyek strategis nasional yang akan dibangun di Lhokseumawe.

Diklat ketrampilan kerja tersebut, menurut Sayuti, bagian dari program prioritasnya menciptakan “Ruang Kreatif Pemuda”. Yaitu, inisiatif strategis bertujuan memberdayakan generasi muda melalui pelatihan keterampilan, serta penyiapan tenaga kerja lokal yang siap terlibat dalam sektor industri dan proyek nasional.

Baca juga: ORF Gas Blok Andaman di Lhokseumawe, Sayuti Minta 80 Persen Tenaga Kerja dari Lhokseumawe-Aceh

Menurut Sayuti, Aceh memiliki cadangan gas sangat besar di lepas pantai, yaitu Blok South Andaman, yang terletak pada 67 Km utara Kota Lhokseumawe dan 166 Km timur laut Kota Banda Aceh. Wilayah Kerja (WK) South Andaman itu dikelola Mubadala Energy.

“Sudah diputuskan bahwa pengolahan gas tersebut akan dilakukan di Lhokseumawe, bukan dibawa ke daerah lain. Ini peluang besar yang harus kita siapkan bersama,” tegas Sayuti dikutip dari laman Pemko Lhokseumawe.

Sayuti ingin generasi muda Lhokseumawe mendapatkan pelatihan khusus, dan biayanya ditanggung oleh Mubadala Energy. “Tidak lagi menggunakan dana APBK. Insya Allah, ini akan disetujui langsung oleh Presiden Direktur Mubadala,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Rencanakan Bangun Tangki dan Kilang Minyak di Lhokseumawe

Selain itu, lanjut Sayuti, Kementerian ESDM telah menyampaikan hasil prastudi kelayakan untuk proyek hilirisasi energi nasional. Dalam program tersebut, Lhokseumawe ditetapkan sebagai salah satu lokasi pembangunan kilang minyak (oil refinery) dari total 18 titik di seluruh Indonesia, dengan total investasi nasional mencapai Rp160 triliun.

“Saya berharap kalian semua benar-benar serius belajar, ke depan akan ada banyak lowongan kerja yang terbuka, dan saya akan berjuang agar anak-anak Lhokseumawe menjadi bagian utama dari proyek-proyek ini,” tutur Sayuti.

Sayuti kembali menegaskan targetnya 80 persen tenaga kerja di proyek energi dan hilirisasi yang dibangun di Lhokseumawe berasal dari warga lokal.

“Jangan sampai kita kaya sumber daya alam, tapi miskin sumber daya manusia. Kita harus berubah. Dan saya sebagai pemimpin akan terus memfasilitasi perjuangan ini,” pungkasnya.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy