Inggris Singkirkan Norwegia Lewat Skandal VAR, Kamera Gantung, hingga Sindiran untuk Haaland!

Haaland Norwegia dan Bellingham Inggris
Aksi gemilang Bellingham penentu kemenangan Inggris mendapat pengakuan dari striker tajam Norwegia sekaligus mantan rekan setimnya di Borussia Dortmund, Erling Haaland. Foto: Getty Images

Miami Gardens – Babak perempat final Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu laga paling kontroversial dan penuh drama dalam sejarah sepak bola modern. Langkah heroik timnas Norwegia akhirnya harus terhenti secara tragis setelah ditumbangkan Inggris dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu (extra-time).

Laga di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Minggu, 12 Juli 2026 dini hari WIB, ini menyisakan gelombang kemarahan dari kubu Norwegia, sindiran kejam dari publik Inggris, hingga konflik internal di dalam skuad The Three Lions.

Berikut adalah poin-poin krusial dan paling menarik yang memicu perbincangan panas di seluruh dunia:

1. Skandal VAR dan Gol Norwegia yang Dianulir: “Ini Skandal Terbesar!”

Nahas bagi Norwegia, mereka sempat bersorak saat Torbjørn Heggem mencetak gol yang bisa saja mengubah takdir pertandingan. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Erling Haaland dinilai melakukan dorongan terlebih dahulu.

Media Norwegia, Dagbladet, langsung melabeli keputusan ini sebagai “Skandal dalam dimensi yang luar biasa”. Ayah Erling Haaland, Alfie Haaland, bahkan melayangkan sindiran sarkastis yang menohok: “Kerja bagus, wasit!” tulisnya berang. Sementara itu, kubu pakar sepak bola Inggris justru membela tindakan wasit dan menganggap dorongan Haaland adalah tindakan yang “tidak perlu”.

2. Misteri “Spidercam”: Apakah Bola Menabrak Kabel Kamera Sebelum Gol Inggris?

Ketegangan semakin memuncak setelah pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, melayangkan protes keras. Melansir The Guardian, Solbakken mengklaim bahwa sebelum gol penyeimbang Inggris tercipta, bola hasil tendangan gawang sempat mengenai kabel kamera gantung (spidercam).

Jika terbukti, permainan seharusnya dihentikan. Namun, FIFA bergerak cepat dan menyatakan bahwa sensor elektronik di dalam bola tidak menunjukkan adanya bukti kontak fisik dengan kabel tersebut. Media Inggris, BBC Sport menyebut teknologi Snicko (sensor suara/getaran) juga menyatakan “tidak ada kontak”, meski kubu Norwegia tetap merasa tidak puas dan curiga.

3. Erling Haaland Jadi Sasaran Olok-Olok: “Selamat Jalan, Silakan Pulang!”

Megabintang Manchester City, Erling Braut Haaland (25), harus menelan pil pahit. Sepanjang laga, ia dibuat frustrasi hingga kehabisan kata-kata. Usai kekalahan tersebut, publik dan media Inggris langsung menghujani Haaland dengan cibiran kejam.

Dagbladet melaporkan bahwa publik Inggris mengejek Haaland dengan kalimat: “Selamat menikmati perjalanan pulang ke rumah!”. Di sisi lain, pelatih Solbakken secara jujur mengakui kesalahan taktiknya terkait Haaland. “Dia sudah habis (secara fisik). Seharusnya saya menariknya keluar sepuluh menit lebih awal,” ucap Solbakken dengan penyesalan mendalam kepada NRK.

4. Kiper Nyland Dikecam, Namun Skuad Norwegia Tetap Dianggap Pahlawan

Kekalahan Norwegia juga tak luput dari blunder fatal sang penjaga gawang, Ørjan Nyland, yang memberikan bola muntah (rebound) mengerikan sehingga dimanfaatkan Inggris untuk menang 2-1. Dagbladet memberikan rapor yang sangat buruk untuk performa Nyland.

Kendati demikian, media Norwegia, VG, tetap mengapresiasi perjuangan luar biasa tim nasional mereka musim panas ini dengan menuliskan tajuk melankolis: “Kita tidak pernah melihat pahlawan yang lebih besar dari ini. Tidak akan ada yang melupakan musim panas ini. Terima kasih, pahlawan VM!”

5. Di Balik Kemenangan Inggris: Bellingham Cetak Sejarah, Tapi Ribut dengan Thomas Tuchel?

Di kubu Inggris, Jude Bellingham kembali menjadi juru selamat lewat gol penentu di babak perpanjangan waktu, membawa Inggris ke semifinal untuk menantang Argentina. BBC Sport bahkan menyejajarkan pencapaian Bellingham dengan para legenda Piala Dunia, dan kini ia bersiap menghadapi Lionel Messi.

Namun, di balik kelolosan itu, ada keretakan yang menganga. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, justru marah dan menyebut permainan Inggris sangat “beruntung” dan “ceroboh”. Kritik tajam Tuchel ini memicu konflik internal. Melansir VG, Bellingham langsung membalas kritik sang pelatih dengan komentar pedas: “Mungkin dia (Tuchel) tidak tahu bagaimana rasanya berada di atas lapangan.”

Bagaimana menurut Anda? Apakah Norwegia benar-benar dirampok oleh keputusan wasit, ataukah Inggris memang layak melaju ke semifinal?[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy