TA Khalid Minta Seluruh Menteri Tak Bohongi Presiden Saat Laporkan Data Bencana Aceh

TA Khalid
Anggota DPR RI asal Aceh, TA. Khalid. Foto: Dokumen/Istimewa

Lhokseumawe – Anggota DPR asal Aceh dari Partai Gerindra, TA Khalid, menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah membohongi Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan laporannya.

Tindakan Bahlil disebut Khalid telah berdampak langsung kepada rakyat Aceh dan memperlambat penanganan bencana.

“Saat ini baru 60 persen listrik menyala di 18 kabupaten kota yang terdampak banjir dan longsor di Aceh,” ujar Khalid dilansir Kompas.com, Selasa, 9 Desember 2025.

Baca juga: Terkendala Listrik, Baru 52 Persen BTS di Aceh Aktif dari 3.414 Tower

Dia meminta para menteri jangan membohongi presiden soal data bencana.

“Saya minta seluruh menteri untuk melaporkan data yang benar kepada Presiden, jangan bohongi Presiden, sehingga beliau bisa mengambil kebijakan yang tepat dan benar untuk rakyat,” imbuh Khalid.

Sebelumnya, saat ditanyakan Prabowo ketika meninjau Jembatan Bailey Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Minggu, 7 Desember 2025, Bahlil menyatakan listrik di Aceh sudah 93 persen menyala.

Baca juga: Sebut Pemulihan Listrik Aceh Capai 93 Persen, Bahlil Diduga ‘Bohongi’ Prabowo

“Kementerian ESDM, lampu menyala sudah?” tanya Prabowo dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

“Siap, malam ini (Minggu) nyala semua, Pak,” jawab Bahlil.

“Seluruh Aceh?” tanya Prabowo lagi.

“Seluruh Aceh, 93 persen malam ini semua Aceh nyala,” jawab Bahlil.

Baca juga: PLN Kirim Genset Darurat 30 MegaWatt ke Aceh

Belakangan, Bahlil meminta maaf. Dia mengatakan target 93 persen listrik menyala pada akhir pekan lalu belum tercapai karena banyak tantangan yang harus dihadapi petugas di lapangan.

“Saya yakin dan percaya bahwa pasti masih banyak kekurangan, pasti masih terjadi hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan terjadi di lapangan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

“Karena itu, sebagai pemerintah juga ikut prihatin yang sedalam-dalamnya, dan kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf.”

Baca juga: Dirut PLN Minta Maaf, Listrik di Aceh Gagal Sinkronisasi

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo saat pers di Banda Aceh, Selasa, 9 Desember 2025, juga menyampaikan permintaan maaf karena kondisi kelistrikan di Banda Aceh masih belum pulih total.

Menurutnya, pasokan listrik masih dalam proses pengaliran dari pembangkit Arun ke Banda Aceh.

“Kami memohon maaf Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir di mana masih ada kekurangan pasokan sebesar 40 MW, dan dalam proses ini pengaliran dari Arun ke Banda Aceh sudah kami coba.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy