Banda Aceh – Kondisi Kabupaten Aceh Tamiang masih memprihatinkan hingga hampir sebulan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah tersebut.
Sejumlah persoalan pemulihan pascabencana masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Di antaranya, pembersihan lokasi terdampak bencana hingga distribusi bantuan yang belum merata.
Seorang relawan yang mengantar bantuan ke Aceh Tamiang, Aduen Mufti, menjelaskan kondisi di sana. Menurutnya, puing-puing bangunan, material lumpur, dan kayu gelondongan masih berserakan.
“Betul-betul seperti baru terjadi banjir. Padahal banjir sudah nyaris sebulan, tapi seperti tidak ada penanganan apapun,” kata Aduen kepada Line1.News, Kamis, 25 Desember 2025.
Aduen menceritakan hingga kini warga membersihkan rumah mereka yang diterjang lumpur secara mandiri. Dia juga menyebut masih ada desa yang sulit ditembus melalui jalan darat.
“Memang sudah ada pembersihan, tapi sepertinya lama. Di kota saja masih ada air [genangan banjir], belum ada pembersihan seperti penyedotan dilakukan pihak terkait. Sejauh hasil saya melihat langsung, masih sebatas warga bantu warga,” ujarnya.
Terkait logistik, Aduen mengatakan sudah banyak bantuan yang masuk dan didistribusikan ke lokasi terdampak di Aceh Tamiang, meskipun belum merata sepenuhnya.
Dia menyampaikan keperluan mendesak warga terdampak bencana di daerah itu, yakni tikar untuk alas tidur. Menurutnya, warga di sana beralaskan papan saat tidur dan tanpa selimut.
“Keperluan mendesak warga di sana itu tikar, tilam palembang, hingga selimut. Kalau mi instan sudah banyak, makanya saran saya kalau antar bantuan ditanya dulu sesuai keperluan,” katanya.
“Pengakuan anak-anak di sana ‘malam kami dingin, bang’, sedih kita dengar,” tambah Aduen.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy