Lhokseumawe – Pesantren Modern Misbahul Ulum menggelar wisuda perdana kitab kuning program Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri, di Aula Teuku Umar, Kompleks Pesantren, Desa Meuria Paloh, Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis, 29 Januari 2026.
Program baca kitab turast praktis ini kerap disebut dengan metode Al-Miftah Lil Ulum karena keunikan sistematika pembelajarannya. Para santri yang mengikuti program ini hanya membutuhkan waktu selama delapan bulan untuk dapat membaca kitab Turast dengan benar.
Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum Zainal Abidin mengatakan di Aceh hanya Pesantren Misbahul Ulum yang menerapkan pembelajaran membaca kitab turast praktis yang berpedoman pada metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri.
Baca juga: 1.200 Pramuka Santri Misbahul Ulum Lhokseumawe Ikut Super Camp
“Setelah enam tahun penyelenggaraan pembelajaran kitab turats, untuk pertama kalinya digelar Wisuda Kitab Turats Program Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima Line1.News.
Pesantren Modern Misbahul Ulum, kata Zainal, telah melakukan berbagai bentuk kerja sama dalam memajukan pembelajaran kitab turats agar para santri bisa belajar cepat dan praktis dengan metode yang mudah dipahami.
“Sejak tahun 1993 pesantren ini telah mempelajari kitab kitab turast, namun enam tahun terakhir kita meningkatkan pola pembelajarannya dengan metode Al-Miftah Lil Ulum.”
Baca juga: 25 Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe Belajar Menulis Berita
Direktur Pesantren Misbahul Ulum Ustaz Martunis berharap orang tua para santri mendukung rangkaian pembelajaran kitab turats.
“Kami berharap bapak ibu memberi dukungan kepada anak-anaknya agar bersemangat mengikuti pembelajaran kitab turast.”
Ustaz Ahmad Ridho Abdul Muhyi, penanggung jawab Program Kitab Turats dari Pesantren Sidogiri Jawa Timur mengatakan wisuda kitab kuning tidak hanya formalitas tetapi bertujuan membentuk santri mengamalkan ilmunya serta menjadi hamba-hamba Allah yang saleh.
Baca juga: Wisuda Pesantren Modern Misbahul Ulum: 8 Santri Cumlaude, 2 Hafiz
“Tidak semua orang bisa mengikuti prosesi wisuda karena ada serangkaian tes yang harus dilewati, terutama dalam membaca kitab,” ujarnya.
Sebanyak 50 santri yang diwisuda hari ini, kata Ridho, telah lulus tes untuk melanjutkan ke kelas khusus.
“Tentu ini adalah sebuah awal untuk lebih memperdalam keilmuan serta istiqamah.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy