Wisuda Pesantren Modern Misbahul Ulum: 8 Santri Cumlaude, 2 Hafiz

Wisudawan Pesantren Modern Misbahul Ulum dan tamu undangan
Wisudawan Pesantren Modern Misbahul Ulum bersama pejabat dan tamu undangan. Foto: Istimewa

Lhokseumawe – Pesantren Modern Misbahul Ulum menggelar wisuda dan pengukuhan 223 santri angkatan ke-28 serta madrasah aliyah angkatan ke-31, Selasa, 7 Mei 2025. Acara berlangsung di Aula Teuku Umar Pesantren Misbahul Ulum, Meuria Paloh, Muara Satu, Lhokseumawe.

Prosesi wisuda dibuka dengan demonstrasi pembacaan kitab kuning secara praktis menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum dari Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, dan penampilan santri penghafal Al-Qur’an di hadapan seluruh tamu undangan.

Direktur Pesantren Misbahul Ulum Martunis menyebutkan dari 223 orang yang dikukuhkan, 194 orang di antaranya santri berasarama dan 29 orang alumni Madrasah Aliyah Misbahul Ulum nonasrama.

“Alhamdulillah, delapan wisudawan tahun ini berhasil meraih predikat cumlaude, dan dua di antara wisudawan sukses menghafal 30 juz Al-Qur’an,” ujar Martunis dalam keterangan tertulis kepada Line1.News, Rabu, 7 Mei 2025.

Kedelapan santri tersebut adalah Ainur Shamira, Harina Faza, Husnal Aliya, Muhammad Ikram, Putri Albina Syakira, Sakina Azila, Ulfa Khairatul Ula, dan Zahrani Anggraina Simamora. Sementara yang berhasil menghafal 30 Juz Al-Quran adalah Arfa Islami dan Zahrani Anggraina Simamora.

Di pengujung acara, kedelapan santri itu menerima penghargaan khusus dari Ketua Umum Yayasan dan Direktur Pesantren.

Martunis juga mengungkapkan rasa haru saat melepas para santri yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun di pesantren.

“Ini merupakan langkah awal menuju kesuksesan. Meskipun berat untuk melepas, kami yakin para wisudawan akan melangkah menuju masa depan yang gemilang dengan berpegang pada nilai-nilai pendidikan yang telah ditanamkan,” ujarnya.

Hingga tahun ini, kata Martunis, usia Misbahul Ulum telah mencapai 33 tahun. Total alumni yang telah diwisuda sejak angkatan pertama hingga ke-28 mencapai 3.087 orang. Rinciannya, alumni santri berasrama 2.703 orang dan alumni madrasah aliyah nonasrama 1.104 orang. Mereka kini telah tersebar di berbagai penjuru dunia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Munawar A Djalil mewakili Gubernur Aceh, Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Bukhari yang mewakili Wali Kota Lhokseumawe, serta para pejabat penting lainnya.

Bukhari dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dan kebanggaan dari Wali Kota Lhokseumawe kepada seluruh wisudawan.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh tamu undangan, santri, dan wali santri atas partisipasinya dalam acara sakral tersebut.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan lambang dari perjalanan ilmu yang akan menjadi bekal generasi masa depan.”

Sementara Azhari menyoroti pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. “Ilmu harus dikejar hingga ke liang lahat demi menggapai ridha Allah dan keberkahan dalam hidup.”

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga akhlak, karena mereka kini menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selanjutnya, Munawar menyampaikan apresiasi atas peran Pesantren Modern Misbahul Ulum dalam membina generasi muda.

“Pendidikan yang baik tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga menciptakan generasi sehat dan berdampak positif bagi masyarakat.”

Munawar juga mendorong para lulusan terus menuntut ilmu, tidak hanya dalam bidang pengetahuan umum, tetapi juga dalam ilmu agama, agar dapat menjadi agen perubahan moral bagi umat.

Ketua Pembina Yayasan Misbahul Ulum Profesor Hasballah Thaib mengungkapkan kemajuan pesantren tidak terlepas dari dedikasi seluruh pengurus yayasan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum Zainal Abidin yang telah membawa nama Misbahul Ulum dikenal hingga kancah internasional.

“Semua ini terwujud berkat keikhlasan, keteguhan, dan disiplin tinggi.”

Anggota Pembina Yayasan Zamakhsyari Hasballah Thaib mengingatkan para wisudawan bahwa kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

“Jadilah teladan yang membela dan menjaga nama baik Misbahul Ulum. Ini adalah rumah kita semua.”

Ia juga mengajak para alumni menjadi garda terdepan dalam membawa perubahan positif bagi umat.

Sebagai bentuk penghormatan, di acara tersebut juga diserahkan cenderamata kepada keluarga tokoh-tokoh yayasan yang telah wafat dan berjasa dalam perjalanan Pesantren Modern Misbahul Ulum. Penghargaan diberikan kepada keluarga almarhum Asnawi, almarhum Kertasih Suherman, dan almarhum Teungku Yusuf Syeh.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy