Progres Huntara di Aceh Timur Tembus 1.568 Unit dari Target 2.592

Bupati Aceh Timur
Bupati Aceh Timur Usman Al-Farlaky (topi merah) meninjau progres pembangunan huntara, Senin (26/1/2026). Foto: Humas Pemkab Aceh Timur

Idi – Progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Timur telah mencapai 1.568 unit dari total target 2.592 unit hingga Senin, 2 Februari 2026. Rinciannya, 1.367 unit skema insitu dan 201 unit skema komunal.

Mengutip Laman Pemkab Aceh Timur, Kamis, 5 Februari 2026, ada 24 vendor yang terlibat dalam pembangunan huntara melalui skema insitu dan komunal.

Pada skema insitu, sebanyak 198 unit telah selesai 100 persen, 439 unit berprogres di atas 50 persen, dan 730 unit masih di bawah 50 persen. Adapun material bangunan untuk 1.225 unit telah tersedia di lokasi.

Sementara untuk skema komunal, pembangunan telah mencapai 201 unit dengan 102 unit selesai sepenuhnya. Material bangunan tersedia untuk 85 unit komunal, sedangkan pematangan lahan berlangsung di Kecamatan Simpang Jernih dan Serba Jadi.

“Kita fokus mengejar progres pembangunan huntara di seluruh wilayah terdampak. Target kita jelas, masyarakat harus segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan manusiawi. Karena itu, koordinasi dengan semua pihak terus kita perkuat,” ujar Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dalam keterangan resmi, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga: Lebih 3.800 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Aceh Timur, Huntara Mulai Dibangun di Pante Rambong

Dari laporan sementara, jumlah rumah rusak berat di Aceh Timur akibat bencana mencapai 3.844 unit. Data Terverifikasi Hunian mencapai 432 unit, dengan 373 unit telah memiliki rekening dan sisanya masih dalam proses validasi.

Secara kumulatif, Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 1.541 unit, disusul Rantau Peureulak, Serba Jadi, dan Simpang Jernih.

Al-Farlaky menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga kualitas bangunan dan ketepatan sasaran penerima. Dia meminta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Pengawasan akan terus ditingkatkan agar pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.

“Huntara ini bukan sekadar bangunan, tapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy