Aceh Utara, Line1News – Belum kering duka akibat banjir, warga Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kini harus menghadapi ancaman baru. Tumpukan kayu sisa material banjir di pinggir Krueng (Sungai) Sawang hangus terbakar pada Rabu, 27 Mei 2026, malam.
Kobaran api dikabarkan mulai membesar lepas Magrib dan terus berkobar hingga Kamis (28/5) dini hari. Guna menjinakkan api, armada gabungan lintas wilayah diterjunkan ke lokasi. Empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Aceh Utara, Pemko Lhokseumawe, dan Pemkab Bireuen, serta satu unit water cannon milik Polres Lhokseumawe berjuang memadamkan api.
“Ada lima armada yang berjibaku sejak semalam. Sekitar pukul 04.00 [Kamis dini hari], api utama berhasil dipadamkan. Namun, sekitar pukul 11.00 tadi, warga melapor asap kembali mengepul dari sisa bara api,” ujar Keuchik Gampong Babah Krueng, Mahdi, saat dihubungi Line1News via telepon, Kamis (28/5) pukul 12.25.

[Asap kembali mengepul pada Kamis (28/05/2026) dari puing kayu yang terbakar di Gampong Babah Krueng, Rabu (27/05) malam. Foto kiriman warga Babah Krueng]
Dalam video terbaru diterima Keuchik Mahdi dari warganya dan diteruskan kepada Line1.News, Kamis (28/05) siang, seorang warga melaporkan, “Assalaimulaikum, Pak Keuchik. Nyoe memang ka dibeudoh lom apui bak teumpat yang dipeumate buklam. Nyoe pat rumoh warga. Jadi, sampeng perde trieng nyoe ka hu lom, memang mantong ubeut… (Api mulai menyala lagi dari puing kayu yang terbakar dan telah dipadamkan pada Kamis dini hari. Tidak jauh dari salah satu rumah warga. Dekat rumpun bambu api mulai menyala lagi, masih kecil…)”.
Nyaris Merembes ke Permukiman
Kebakaran hebat ini memicu kepanikan karena lokasinya yang sangat dekat dengan aset warga. Di sekitar titik api, kata Mahdi, berdiri sebuah meunasah (surau) dan sejumlah rumah warga yang berjejer di sepanjang pinggir Krueng Sawang.
“Kayu-kayu yang terbakar tadi malam diperkirakan luasnya lebih 1 hektare. Puing-puing kayu ini harus segera dipindahkan secara total. Jika tidak, sisa bara api bisa kembali menyala dan merembes ke permukiman warga,” tegas Mahdi.
Adapun warga Babah Krueng yang menjadi korban banjir akhir November 2025 saat ini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) yang letaknya jauh dari lokasi kebakaran. Meski begitu, potensi bahaya belum sepenuhnya reda.
Mahdi menyebut tumpukan material kayu sisa banjir ini sangat luas dan menyebar hingga ke empat gampong tetangga, yaitu Rambong Payong, Blang Teurakan, Jurong, dan Lhok Bayu.
Desak Pembangunan Tanggul Sungai
Selain kebakaran kayu, Mahdi menegaskan ancaman banjir masih menghantui warga Sawang. Kondisi Krueng Sawang saat ini sangat dangkal akibat sedimentasi dan tumpukan material. Warga mendesak pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum curah hujan kembali tinggi.
“Penting dibangun tanggul sungai. Selama ini, pinggiran Krueng Sawang di Babah Krueng belum ditanggul. Jika debit air naik lagi saat hujan, kita khawatir air meluap dan merendam desa,” pungkas Mahdi. []


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy