Ketakutan di Silih Nara: Saat Anjing Diduga Rabies Mengusik Ketenangan Warga dan Melukai 7 Orang

Kadis Kesehatan Aceh Tengah Miftahuddin
Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin. Foto: Istimewa

Takengon, Line1News – Hari Minggu yang tenang berubah menjadi ketegangan bagi warga di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Seekor anjing yang diduga kuat terinfeksi rabies mengamuk dan menyerang warga secara acak di tiga desa sekaligus, yakni Kampung Burni Bius, Remesen, dan Arul Gele pada Minggu, 7 Juni 2026.

Rasa saling menjaga dan melindungi membuat warga dari ketiga kampung tersebut bergerak bersama. Demi mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, mereka terpaksa memburu dan melumpuhkan anjing malang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin, membenarkan peristiwa yang sempat memicu kepanikan ini. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik agar terhindar dari bahaya laten rabies.

“Ada tujuh warga yang menjadi korban gigitan. Semuanya sudah langsung kami tangani secara medis sesuai prosedur baku dan telah diberikan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR),” ujar Miftahuddin kepada wartawan, Senin (8/6).

Langkah cepat memberikan vaksin ini menjadi sangat krusial. Sebab, kondisi fisik anjing yang agresif dan menyerang tanpa sebab memicu dugaan kuat bahwa hewan tersebut mengidap rabies.

Namun, tugas tim medis belum selesai. Rasa kemanusiaan dan tanggung jawab membuat petugas kesehatan dari puskesmas setempat terus menyisir pemukiman warga. Mereka khawatir ada korban lain yang masih syok, takut, atau belum sempat melapor.

“Kami masih terus mencari, mendata, dan memantau di lapangan. Bagi siapa saja, atau ada tetangga yang sempat tergores, tergigit, atau kontak langsung dengan anjing tersebut, kami mohon segera datang ke puskesmas. Keselamatan warga adalah yang utama,” tutur Miftahuddin dengan nada mengimbau.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy