Takengon, Line1News – Rasa aman yang sempat terenggut di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, tampaknya belum sepenuhnya kembali. Di balik ketenangan yang perlahan dirajut setelah serangan anjing diduga rabies yang melukai tujuh warga, kini terselip kecemasan baru di hati masyarakat. Ancaman itu nyata, dan diduga kuat masih berkeliaran di sekitar mereka.
Sebelumnya, kebersamaan warga telah berhasil melumpuhkan tiga ekor anjing yang mengamuk dan menunjukkan gejala infeksi rabies. Namun, perjuangan belum usai. Desas-desus dan laporan dari mulut ke mulut di tengah masyarakat mengisyaratkan bahwa ancaman ini belum sepenuhnya reda.
Andy, seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Senin, 8 Juni 2026, membagikan keresahan yang sama dengan apa yang dirasakan warga di akar rumput. Berdasarkan informasi terkini dari masyarakat, masih ada anjing lain dengan gelagat serupa—agresif dan tak tentu arah—yang terlihat berkeliaran di kawasan Kampung Arul Gele dan sekitarnya.
Situasi ini menghentak kesadaran semua pihak bahwa bahaya masih mengintai anak-anak yang bermain di halaman rumah, serta para petani yang hendak mengais rezeki di kebun.
Pemerintah dan tokoh masyarakat setempat mengetuk hati setiap warga untuk tidak mengabaikan keselamatan diri dan keluarga. Warga diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan anjing yang menunjukkan perubahan perilaku tidak biasa. Saling mengingatkan dan menjaga tetangga kini menjadi benteng terpenting agar tidak ada lagi air mata dan korban berikutnya.
Bagi siapa saja yang melihat hewan dengan indikasi mencurigakan, atau sempat mengalami kontak fisik sekecil apa pun, diharapkan segera melapor demi keselamatan bersama. Di tengah ancaman ini, kepedulian terhadap sesama adalah senjata terkuat yang dimiliki warga Silih Nara.
Baca juga: Ketakutan di Silih Nara: Saat Anjing Diduga Rabies Mengusik Ketenangan Warga dan Melukai 7 Orang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy