7 Dapur MBG di Banda Aceh Berhenti Beroperasi, Ini Alasannya

Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Kompas.com/Bagus Puji Panuntun

Banda Aceh, Line1News – Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh berhenti beroperasi karena dana operasional belum dicairkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, menjelaskan dari total 37 SPPG di ibu kota Aceh itu, hanya 7 dapur yang berhenti operasional mulai hari ini, Senin, 8 Juni 2026.

“Kondisinya saldo belum dikirim, jadi otomatis dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional di dapur itu tidak ada. Dalam artian, ada tetapi tidak mencukupi setelah dikalkulasi,” kata Reza.

Reza mengatakan, saat ini pihak SPPG masih menunggu transfer dana dari BGN Pusat ke rekening akun virtual atau virtual account (VA) untuk operasional dapur. Menurutnya, untuk kebutuhan operasional hari Senin (8/6), pihak dapur mempersiapkan bahan makanan pada Minggu. Karena dana belum cair, ketujuh SPPG di Banda Aceh itu serentak berhenti operasional mulai hari ini, Senin.

“Makanya kita ambil inisiatif supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari dari proses talang menalang, karena sekarang tidak boleh lagi mitra menalang. Karena ditakutkan terjadi mark-up harga, penyalahgunaan anggaran, ketika dilaporkan sudah melebihi daripada pagu,” jelasnya.

Reza menuturkan, kondisi tersebut tentu berdampak pada penerima manfaat di sekolah-sekolah. Namun demikian, pihak SPPG akan memberitahu sekolah-sekolah terkait kendala tersebut.

Reza menegaskan, 30 SPPG lainnya tetap beroperasi dan melayani penerima manfaat karena dana operasionalnya masih tersisa. “Yang lain masih banyak yang operasional, hanya 7 saja yang tidak operasional,” ungkapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy