Merawat Garis Akhir Kemanusiaan: Kisah Amil Jenazah Linge yang Disambangi Kapolres Aceh Tengah

Kapolres Aceh Tengah serahkan paket bingkisan kepada amil jenazah
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menyerahkan bingkisan sembako kepada amil jenazah di Kecamatan Linge, Rabu (10/6/2026). Foto: Humas Polres

Takengon, Line1News – Mengurus jenazah bukanlah tugas yang diinginkan semua orang. Diperlukan keteguhan hati, keikhlasan mendalam, dan keberanian spiritual untuk mendampingi sesama di garis akhir kehidupan. Bagi para amil jenazah di Kecamatan Linge, pengabdian sunyi ini adalah panggilan jiwa sekaligus ibadah yang mereka peluk dengan penuh ketulusan.

Di balik dinding-dinding rumah duka, para amil ini bekerja dalam senyap tanpa pernah menuntut pamrih. Mereka hadir sebagai penenang saat sebuah keluarga dirundung duka paling dalam. Jemari mereka dengan lembut memandikan, membungkus kain kafan, memimpin barisan salat, hingga mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Menyadari besarnya pengorbanan yang tak kasat mata itu, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, mengundang para pahlawan sunyi ini untuk duduk bersama. Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Kapolres menggelar silaturahmi dan berdialog dengan mereka, sekaligus menyerahkan tali asih dan bantuan sosial dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Rabu sore, 10 Juni 2026.

AKBP Muhamad Taufiq mengungkapkan rasa takjub dan hormatnya. Baginya, para amil jenazah adalah pilar penting yang menjaga tegaknya hukum fardu kifayah di tengah masyarakat.

“Mengurus jenazah merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan patut kita apresiasi. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan para amil jenazah. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi bapak-bapak dan keluarga,” ujar Taufiq dengan penuh ketulusan.

Sentuhan kepedulian ini menyisakan keharuan mendalam bagi para amil. Samsul Rizal, salah satu perwakilan amil yang juga menjabat sebagai Imam Kampung Kute Baru, Kecamatan Linge, tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia merasa terharu saat menerima perhatian langsung dari orang nomor satu di Kepolisian Aceh Tengah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada kami para amil jenazah. Kami merasa terharu atas kepedulian serta perhatian dari Bapak Kapolres Aceh Tengah,” ucap Samsul.

Melalui ruang dialog dan jabat tangan yang erat sore itu, Polres Aceh Tengah tidak sekadar merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan seremoni. Mereka telah menjahit kembali makna sejati dari kehadiran Polri: pelindung yang hadir dengan hati, merangkul mereka yang mengabdi dalam sepi demi kemanusiaan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy