Meulaboh, Line1News – Nada bicaranya bergetar penuh kekhawatiran. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, tidak mampu menyembunyikan rasa cemasnya saat hadir di tengah ribuan jemaah Pengajian Akbar Kecamatan Woyla di Desa Lueng Jawa, Sabtu, 4 Juli 2026. Di bawah naungan Dayah Miftahul Jannah, ia menyampaikan jeritan hatinya tentang masa depan generasi muda Aceh Barat yang sedang dipertaruhkan.
Pengajian akbar yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh ulama kharismatik, Pimpinan Dayah Raudhatul Mu’arif Al Aziziyah Cot Trung, H. Muhammad Amin akrab disapa Ayah Min Cot Trung.
Di hadapan ribuan pasang mata, Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa ujian yang dihadapi masyarakat hari ini jauh lebih mencekam dibanding masa lalu. Dunia luar sedang bergolak akibat perang yang dampaknya mencekik ekonomi, ditambah rentetan bencana alam yang terus mengintai.
Namun, ada satu musuh tak terlihat yang jauh lebih merusak dan kini sudah menyusup “ke kamar anak-anak kita: narkoba di era digital”.
“Tantangan zaman di era teknologi ini sangat luar biasa. Bahkan sekarang ada narkoba yang dinamakan ‘paket duafa’. Mirisnya, itu semua sudah terjadi pada anak-anak kita di sekolah-sekolah dalam wilayah Aceh Barat saat ini,” ujar Tarmizi dengan kalimat yang menggugah kesadaran para orang tua yang hadir, dilansir laman Pemkab Aceh Besar.
Istilah ‘paket duafa’ menjadi tamparan keras bahwa barang haram tersebut kini sengaja dikemas murah agar terjangkau oleh anak-anak sekolah dari kalangan mana pun. Tarmizi menegaskan, perang ini tidak bisa dimenangkan sendirian oleh pemerintah atau kepolisian saja. Ini adalah panggilan suci untuk setiap orang tua, setiap tetangga, dan seluruh elemen masyarakat.
“Harapan kami, seluruh masyarakat harus bersatu. Mari kita hidupkan program Magrib Mengaji, suburkan majelis taklim di setiap gampong hingga kecamatan,” pintanya penuh harap.
Di akhir penyampaiannya, Tarmizi mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk kembali merapatkan barisan, bergandengan tangan mencegah kemungkaran, dan saling menuntun dalam kebaikan. Langkah kecil dari rumah dan gampong hari ini, adalah penentu apakah Aceh Barat akan melahirkan generasi emas atau kehilangan masa depannya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy