Liga Eksekutif VIII JPFC

KJE FC Resmi Bertahta! Trofi, Uang Tunai, dan Seekor Kambing Berhasil Direbut

KJE FC kampiun dan BI FC runner up foto bersama
Potret kebersamaan tim KJE FC, BI Lhokseumawe FC, Ketum KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yaya), dan para tamu undangan saat merayakan penutupan turnamen di Stadion Tunas Bangsa, Minggu sore (12/7/2026). Kemeriahan semakin pecah dengan selebrasi suar asap (smoke bomb) warna-warni yang membubung ke udara, mengiringi penyerahan trofi juara, hadiah uang tunai, hingga hadiah unik seekor kambing jantan. Selamat kepada para pemenang! Foto: JPFC

Lhokseumawe, Line1News – Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC sukses mengunci gelar juara Liga Eksekutif VIII Jurnalis Pase Football Club (JPFC) 2026. Dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Minggu sore, 12 Juli 2026, KJE FC menyudahi perlawanan sengit Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe FC dengan skor tipis 1-0.

Duel Taktis Berintensitas Tinggi

Peluit babak pertama dari wasit Zulfikar langsung memicu jual-beli serangan yang intens. Kedua tim memperagakan sepak bola modern dengan mengeksploitasi lebar lapangan melalui sektor sayap.

KJE FC yang dipimpin sang kapten, Faizal, langsung mengambil inisiatif serangan. Motor serangan mereka, M. Dahlan (Maklan), tampil impresif mendikte lini tengah lewat kombinasi umpan-umpan pendek ke Uriansyah, guna memanjakan sang striker eksentrik berambut gondrong, M. Sanusi.

Di kubu seberang, BI FC yang dikomandoi Al Banna merespons dengan permainan terbuka. Visi bermain dari Budi Piranha dan Ade Boyah menjadi poros aliran bola menuju winger agresif mereka, Maulizul Akbar dan striker Khadafi. Namun, kedisiplinan lini belakang kedua tim membuat papan skor tetap kacamata 0-0 hingga turun minum.

Drama Penalti Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan semakin memanas. KJE FC nyaris memecah kebuntuan lewat skema apik saat Muliadi (Suharto) mengirim umpan lambung akurat ke Mukhtaruddin (Pak Jenggot), meski penyelesaian akhirnya masih melambung.

Petaka bagi BI FC hadir di menit ke-45. Tekanan bertubi-tubi dari KJE FC memaksa kapten BI FC Al-Banna melakukan pelanggaran handsball di area terlarang. Wasit Zulfikar tanpa ragu menunjuk titik putih. Bek tangguh KJE FC, Azril Nabawi, yang maju sebagai algojo dengan dingin memperdaya kiper Dedy. Gol! Stadion Tunas Bangsa bergemuruh, KJE FC memimpin 1-0.

BI FC merespons dengan bermain lebih menyerang. Peluang emas sempat lahir dari sepakan keras Jailani memanfaatkan umpan pojok, namun bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Raja Slamat.

KJE FC nyaris menggandakan keunggulan lewat aksi solo run spektakuler Khairul Azwar dari tengah lapangan, sebelum sontekannya melebar tipis di sisi kanan gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan KJE FC.

Drama Top Skor dan Hadiah Unik Kambing Jantan

Gelar hiburan bagi BI FC datang dari winger mereka, Maulizul Akbar, yang resmi menyabet gelar Top Skor. Menariknya, Maulizul dan rekan setimnya, Khadafi, sebenarnya sama-sama mengoleksi 3 gol. Karena panitia hanya menyediakan satu trofi, penentuan pemenang terpaksa dilakukan lewat metode tos-tosan yang disepakati kedua pemain.

Prosesi penyerahan hadiah berlangsung meriah dan ditutup langsung oleh Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri (Pon Yaya), didampingi Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini.

Berikut rincian distribusi hadiah Liga Eksekutif VIII JPFC:

* Juara 1 (KJE FC): Trofi, uang tunai Rp3 juta, dan seekor kambing jantan dewasa (diserahkan oleh Ketum KONI Aceh, Saiful Bahri & Wakil Wali Kota Lhokseumawe).

* Runner-Up (BI FC): Trofi, uang tunai Rp2 juta, dan seekor kambing jantan dewasa (diserahkan oleh Dirut PT Pembangunan Lhokseumawe, Habibillah).

* Top Skor (Maulizul Akbar): Trofi dan uang tunai (diserahkan oleh pengusaha muda, Feri Fernandes).

Dalam pidato penutupnya, Pon Yaya memberikan apresiasi setinggi langit kepada JPFC yang sukses menggulirkan turnamen kompetitif ini selama tujuh hari dengan melibatkan enam tim terbaik dari instansi di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara plus tuan rumah JPFC.

Puncak kemeriahan turnamen ditutup dengan sesi foto bersama di tengah lapangan Stadion Tunas Bangsa yang diselimuti atmosfer magis. Begitu seluruh pemain, jajaran ofisial, Ketum KONI Aceh, serta para tamu undangan bersiap di depan kamera, suar asap (smoke bomb) warna-warni—mulai dari biru pekat hingga merah muda—langsung diledakkan ke udara.

Di bawah guyuran asap seremonial yang estetik dan dramatis tersebut, raut wajah lelah para pemain KJE FC dan BI FC seketika luruh, berganti senyum lebar sembari mengangkat trofi kemenangannya masing-masing. Kilatan lampu kamera jurnalis pun mengunci momen ikonis ini sebagai tanda berakhirnya rivalitas sengit di lapangan hijau, menyisakan semangat sportivitas dan pesta selebrasi yang tak terlupakan bagi sepak bola Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy