Takengon, Line1News – Pembangunan Jembatan Pelang dan Jembatan Titi Merah di Kabupaten Aceh Tengah ditargetkan rampung pada akhir 2026. Selain memulihkan akses transportasi pascabencana, kedua jembatan tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Aceh Tengah dengan Kabupaten Pidie melalui ruas Geumpang–Pameu–Genting Gerbang–Simpang Uning.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah 3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Chandra Erawan, mengatakan seluruh pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pulihkan 22 Titik Pascabencana
“Untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi terdapat 22 titik pekerjaan yang terdiri atas 19 titik longsoran dan tiga unit jembatan, yaitu Jembatan Titi Merah, Jembatan Pelang, dan Jembatan Simarara II. Insya Allah, seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan pada 31 Desember 2026 sesuai spesifikasi dan mutu yang telah ditetapkan,” ujar Chandra.
Ia menjelaskan, BPJN Aceh sebelumnya telah menuntaskan penanganan tanggap darurat pascabencana pada awal tahun. Selanjutnya, pekerjaan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen yang dibiayai melalui anggaran tahun 2026.
Kontrak pekerjaan mulai berlaku efektif pada 2 Juli 2026 dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya. Sebelum pekerjaan permanen dimulai, BPJN Aceh lebih dahulu melakukan penanganan darurat di sejumlah titik yang sempat ditinjau langsung oleh Bupati Aceh Tengah.
Proyek Telan Dana Rp458 Miliar
Secara keseluruhan, penanganan permanen di ruas Geumpang–Pameu–Genting Gerbang–Simpang Uning meliputi 22 paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp458 miliar. Rinciannya, 19 titik penanganan longsor dan pembangunan tiga jembatan, yakni Jembatan Pelang, Jembatan Titi Merah, dan Jembatan Simarara II.
Meski progres pekerjaan terus berjalan, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah tantangan. Kendala tersebut antara lain terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM), sulitnya mobilisasi alat berat akibat akses yang masih bergantung pada Jembatan Bailey dengan kapasitas terbatas, serta proses pembebasan lahan yang masih berlangsung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPN, camat, dan masyarakat. Data kepemilikan lahan sudah lengkap dan kami berharap proses pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan pada Agustus ini,” katanya.
Progres Terkini Jembatan Pelang
Untuk Jembatan Pelang, pekerjaan saat ini difokuskan pada pembangunan abutmen. Sementara itu, seluruh komponen rangka baja untuk struktur atas jembatan telah tiba di lokasi. “Kami menargetkan proses rangka baja dapat dilakukan pada November sehingga pembangunan Jembatan Pelang dapat selesai sesuai jadwal,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Titi Merah sepanjang sekitar 160 meter diproyeksikan menjadi salah satu landmark baru Aceh Tengah. Jembatan tersebut akan dibangun dengan dua abutmen dan dua pilar utama.
“Jembatan Titi Merah ini kami harapkan menjadi ikon baru Aceh Tengah. Mobilisasi alat memang menjadi tantangan terbesar, namun kami optimistis pekerjaan dapat dimulai secara maksimal pada awal Agustus dan selesai pada 31 Desember 2026 sesuai target,” tutur Chandra.
Candra optimistis seluruh target penyelesaian dapat tercapai. Keyakinan tersebut, kata dia karena didukung pengalaman PT Adhi Karya dalam menangani berbagai proyek infrastruktur strategis di Aceh, serta sinergi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy