Mimpi Laskar Rencong dari Usia Dini

Persiraja Academy Mulai Rajut Generasi Baru Sepak Bola Aceh

Poster resmi pendaftaran Persiraja Academy untuk pembinaan talenta muda sepak bola Aceh
Persiraja Academy resmi membuka pendaftaran pembinaan sepak bola usia dini di Banda Aceh. Foto: MO Persiraja

Banda Aceh, Line1News – Asa baru bagi masa depan sepak bola di Tanah Rencong resmi dimulai. Manajemen Persiraja Banda Aceh secara resmi membuka wadah pembinaan sepak bola usia dini bertajuk Persiraja Academy untuk menjaring sekaligus mengasah talenta-talenta muda berbakat asli daerah sejak dini. Sejak dibuka dua pekan lalu, kehadiran akademi ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat sepak bola Aceh.

Langkah strategis ini bukan sekadar program musiman. Menurut Direktur Persiraja Academy, Muhammad Fuadi Nasir, akademi ini didesain sebagai pintu gerbang emas bagi anak-anak Aceh untuk belajar, berproses, dan mematangkan kemampuan olah bola mereka langsung di bawah naungan klub kebanggaan, Persiraja Banda Aceh.

Fuadi menegaskan bahwa kehadiran lembaga pembinaan resmi ini adalah pondasi utama demi menyiapkan cetak biru generasi baru sepak bola Aceh yang tangguh di masa depan. Jika tidak ada aral melintang, para siswa dijadwalkan akan menjalani latihan perdana mereka pada Sabtu, 3 Oktober 2026, yang dipusatkan di markas legendaris, Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh.

“Masa depan sepak bola Aceh dimulai dari sini. Persiraja Academy hadir untuk membentuk talenta muda melalui pembinaan yang profesional, berjenjang, dan berkarakter,” ujar Fuadi Nasir, dalam keterangannya dikutip pada Rabu (16/9/2026).

Fuadi menambahkan, program ini menjadi fondasi awal Laskar Rencong dalam merapikan struktur pembinaan pemain secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Di akademi ini, anak-anak tidak cuma dididik perihal taktik dan teknik mengocek si kulit bundar di lapangan hijau. Lebih dari itu, mereka juga digembleng lewat sistem pembinaan berkarakter demi melahirkan pesepak bola yang disiplin dan bermental pemenang.

Bagi manajemen, menyemai bibit unggul sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang terpenting agar Persiraja tidak pernah kehabisan talenta lokal di masa depan.

“Tujuan kita jelas, ini bagian dari pembinaan pemain yang akan menjadi pilar-pilar utama Persiraja di masa depan,” tutur Fuadi.

Dipoles Para Legenda dan Pelatih Berlisensi

Keseriusan Persiraja dalam menggarap akademi ini tidak main-main. Demi memastikan kualitas latihan yang prima, Persiraja Academy menunjuk jajaran tim pelatih berpengalaman yang diisi oleh mantan pemain profesional dan nama-nama yang sudah sangat familier bagi publik sepak bola Aceh.

Sebut saja sang kapten legendaris Mukhlis Nakata, bek tangguh Andri Muliadi, M. Hidayat, hingga sosok pelatih penjaga gawang senior, Sisgiardi. Kombinasi para mentor berlisensi ini diharapkan mampu menularkan ilmu, pengalaman, serta dedikasi tinggi kepada para siswa didik.

Wadah pembinaan ini sendiri membagi kelas ke dalam tiga kelompok umur (KU) yang krusial bagi perkembangan anak, yaitu:

• Kelompok Usia 6–9 tahun

• Kelompok Usia 10–12 tahun

• Kelompok Usia 13–15 tahun

Informasi Pendaftaran

Bagi para orang tua yang ingin mendukung minat sang buah hati dan memberikan lingkungan latihan yang suportif bersama Persiraja, kesempatan mendaftar masih dibuka lebar.

Proses pendaftaran secara langsung dapat dilayani dengan mengunjungi Persiraja Store yang berada di kompleks Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. Selain itu, pendaftaran juga dipermudah melalui jalur online via layanan pesan WhatsApp di nomor 0813-6115-050.

Untuk aspek administrasi, biaya pendaftaran Persiraja Academy ditetapkan sebesar Rp2 juta (diberikan kelonggaran pembayaran hingga dua tahap). Sementara untuk iuran atau biaya latihan rutin bulanan adalah sebesar Rp500 ribu. Setiap siswa yang resmi bergabung nantinya langsung mendapatkan fasilitas berupa dua set jersey latihan lengkap, satu unit bola, serta satu tas olahraga khusus.

Melalui sepak mula latihan pada awal Oktober nanti, Persiraja Academy tidak sekadar menjadi tempat kursus sepak bola biasa. Tempat ini diharapkan menjadi kawah candradimuka di mana mimpi-mimpi besar anak Aceh dirajut, bertumbuh lewat kedisiplinan, hingga suatu hari nanti melangkah bangga mengenakan jersey oranye Persiraja di kompetisi tertinggi nasional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy