Aceh Defisit Semen 500 Ton Per Hari, Wagub Fadhlullah Lapor ke Mendagri dan Danantara

Mualem dan dek Fad silaturahmi tim
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem bersama Wakil Gubernur, Fadhlullah. Foto: Dok. Humas Aceh

Banda Aceh, Line1News – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bergerak cepat melaporkan krisis kelangkaan semen di Aceh kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Langkah ini diambil karena kelangkaan material tersebut berpotensi besar menghambat agenda penting daerah.

“Kelangkaan semen ini bisa memengaruhi proses rehab-rekon pascabencana hidrometeorologi di Aceh,” ujar Fadhlullah melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Laporan berkala tersebut langsung direspons positif oleh Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Tito menegaskan komitmennya untuk segera turun tangan.

“Pak Mendagri langsung mengatakan kepada Pak Wagub, bahwa beliau segera mencari solusi untuk menyelesaikan kelangkaan semen di Aceh,” ungkap Nurlis.

Tembus ke Danantara dan BP BUMN

Tak hanya ke Kemendagri, Fadhlullah juga melayangkan laporan serupa kepada institusi pengelola aset negara, Danantara. Komunikasi intensif dibangun bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

Gayung bersambut, persoalan ini langsung memantik perhatian dari Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Tedi Bharata.

“Laporan Pak Wagub ternyata direspons Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata. Beliau juga menyampaikan laporan Pak Wagub menjadi atensi, dan segera dicarikan solusi,” jelas Nurlis.

Nurlis menegaskan bahwa gerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Danantara merupakan instruksi langsung dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Gubernur ingin semua sumbatan pembangunan di daerah segera diurai.

“Agar seluruh hambatan yang berpotensi mengganggu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana segera diselesaikan melalui sinergi antara Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, dan BUMN,” tuturnya.

Pemicu Krisis dan Lonjakan Harga Semen

Krisis pasokan ini dipicu oleh lonjakan permintaan semen yang drastis di Serambi Mekah. Hal ini seiring dengan bergulirnya proyek rehab-rekon pascabencana serta masifnya aktivitas pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah kabupaten/kota.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Aceh, kondisi riil di lapangan menunjukkan ketidakseimbangan pasokan:

* Proyeksi Kebutuhan Rata-Rata: 4.200 ton per hari.

* Kapasitas Pasokan Tersedia: Baru menyentuh 3.700 ton per hari.

* Defisit Riil: 500 ton per hari (setara kurang lebih 12.500 sak per hari).

Dampak dari defisit pasokan ini sangat memukul konsumen. Harga semen di pasar domestik Aceh melonjak tajam dari harga normal kisaran Rp70.000 per sak melesat hingga Rp120.000 per sak. Imbasnya mulai mengganggu daya beli masyarakat dan keberlanjutan berbagai proyek fisik.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon dukungan untuk dapat mempercepat penambahan pasokan semen ke Aceh,” desak Nurlis.

Pemerintah Aceh berharap intervensi pusat dapat segera terealisasi dalam waktu dekat demi menormalkan kembali harga material konstruksi tersebut.

“Sehingga kebutuhan masyarakat dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dapat terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” pungkas Nurlis.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy