[Galeri Foto] Lhokseumawe Jadi Arena Adu Cantik Ratusan Cupang Hias, Wadah Kreatif Bernilai Ekonomi

Juri sedang menilai keindahan dan mental ikan cupang hias dalam Latber Kontes Cupang di Lhokseumawe Aceh.
Fokus dan Detail: Tim juri saat mengamati secara dekat anatomi, warna, dan mental bertarung dari ratusan ikan cupang yang bersaing dalam Latber Kontes Cupang Hias di Kota Lhokseumawe, Minggu (25/10/2026). Foto: Yasir/Line1News

Lhokseumawe, Line1News – Suasana salah satu warung kopi (warkop) di Kota Lhokseumawe mendadak berubah menjadi panggung estetika visual yang penuh warna. Tempat nongkrong yang biasanya riuh oleh penikmat kopi, disulap menjadi arena kompetisi sengit bagi para pencinta ikan cupang hias (betta fish), Minggu, 25 Oktober 2026.

Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh komunitas KCL (Komunitas Cupang Lhokseumawe) ini sukses menyedot perhatian, tidak hanya dari penghobi lokal, melainkan juga kreator dan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Berikut adalah potret keseruan dan detail dari gelaran kontes tersebut:

• Panggung Kompetisi Lintas Daerah: Gelaran bertajuk “Latber Kontes Cupang” ini menjadi magnet bagi para pehobi. Kehadiran kontestan dari luar daerah menegaskan Lhokseumawe sebagai salah satu titik kumpul strategis bagi komunitas betta fish di Tanah Rencong.

• Persaingan Ketat 120 Ekor Ikan: Panitia pelaksana mencatat sebanyak 120 ekor ikan cupang dari berbagai kelas reguler ikut ambil bagian. Di atas meja penilaian, deretan toples kaca berjejer rapi menampilkan keindahan kontestan yang siap diuji.

• Standar Penilaian Ketat: Setiap ikan dinilai secara detail oleh tim juri menggunakan stik penstimulus untuk melihat respons mental ikan. Aspek penentu kemenangan meliputi proporsi kepala, anatomi sirip (dorsal, ekor, anal, dasi), kerapian, kepadatan warna, hingga keagresifan serta mental bertarung saat pembatas toples dibuka.

• Apresiasi dan Dampak Ekonomi Kreatif: Salah seorang peserta mengungkapkan apresiasi tinggi atas konsistensi gelaran ini. Ia menekankan bahwa kontes bukan sekadar tempat berkumpulnya komunitas, melainkan inkubator ekonomi kreatif yang nyata untuk anak muda.

• Simbol Prestasi: Di akhir acara, piala-piala juara serta sertifikat penghargaan (“Juara 1”, “Juara 2”, dan “Juara 3”) diserahkan kepada para pemenang dari kelas yang diperlombakan, menandai keberhasilan pembudidayaan ikan hias yang memiliki nilai jual tinggi.

Melalui kompetisi berkala seperti ini, gairah pemuda Aceh dalam membudidayakan serta berbisnis ikan hias diharapkan terus meningkat, sekaligus mengonversi hobi positif menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

[Standar Ketat: Barisan toples ikan cupang hias yang dilengkapi stiker parameter penilaian penilaian, mulai dari proporsi kepala, anatomi sirip, kerapian, hingga kepadatan warna. Foto: Yasir/Line1News]

[Uji Mental: Menggunakan alat bantu stimulus, juri memicu keagresifan dan mental bertarung ikan cupang agar siripnya mengembang sempurna saat proses penilaian berlangsung. Foto: Yasir/Line1News]

[Daya Tarik Visual: Peserta dan pengunjung terkesima melihat keragaman varietas warna dan corak betta fish yang dibawa dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Foto: Yasir/Line1News]

[Simbol Juara: Deretan trofi eksklusif berbentuk replika ikan cupang hias yang disiapkan bagi para jawara terbaik di kelas reguler bester. Foto: Yasir/Line1News]

[Apresiasi Prestasi: Kebersamaan para pemenang, panitia, dan anak-anak yang sukses meraih trofi serta sertifikat penghargaan Juara dalam ajang Latber Kontes Cupang Hias di Kota Lhokseumawe.][]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy